Unduh Aplikasi

Bertumpu pada Dinding Rapuh

Bertumpu pada Dinding Rapuh
ilustrasi.

IS (35) baru saja dijebloskan ke penjara saat membobol sel nomor 16 dan kabur. Naik ke plafon dan melompat ke luar dinding penjara setelah berlari di atas atap. Is dihukum atas keterliban dalam kejahatan narkotika dan penembakan posko pemenangan Roni Ahmad alias Abyiek sebelum terpilih sebagai Bupati Pidie.

Is memang andal. Di luar penjara, dia dinanti seorang teman. Rencana pelarian ini mungkin hanya dipersiapkannya dalam beberapa jam saja. Atau sejak dia menjalani persidangan. Urusan ini, biarlah polisi yang menyelesaikannya.

Namun buruknya pengamanan di penjara ini bukan hanya di Sigli. Ini adalah permasalahan jamak yang dialami semua penjara di luar Jawa. Kuno dan berpengamanan minim. Sumuk dan kelebihan kapasitas. Meski berganti sebutan menjadi lembaga pemasyarakatan, tetap saja kondisinya seperti penjara di zaman Belanda.

Jika kondisi ini terus terjadi, keinginan untuk membina para narapidana sulit terwujud. Silih berganti menteri, urusan penjara tak pernah mencapai tahap ideal, sebagaimana harapan masyarakat. Alih-alih menjadi sebuah solusi dalam sistem hukum, penjara malah menimbulkan masalah baru.

Kasus-kasus kaburnya narapidana, kendali perdagangan narkoba dari dalam sel, kerusuhan, dan kejahatan-kejahatan lain, tak pernah benar-benar dibereskan. Kejadian berulang, tapi motif dan modusnya tetap.

Mungkin sudah saatnya pemerintah mengkaji lagi keberadaan penjara. Termasuk dengan memperkuat fungsi aparatur negara serta pengawasan. Di sisi lain, negara harus juga memastikan fasilitas di dalam penjara aman buat para sipir dan para narapidana.

Mengalihkan pengelolaan penjara kepada swasta juga tak menjamin akan memperbaiki kondisi ini. Apalagi di tengah praktik korup yang masif di negeri ini.

Komentar

Loading...