Unduh Aplikasi

Bersama, Berusaha "Mendamaikan" Shabela-Firdaus

Bersama, Berusaha "Mendamaikan" Shabela-Firdaus
Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega mengadakan pertemuan dengan MPU, MAG dan Wakil Bupati, Firdaus (Baju Merah). Foto; For AJNN

ACEH TENGAH - Perseteruan antara Bupati Aceh Tengah, Shabela Abu Bakar dan Wakilnya Firdaus sepertinya memasuki babak baru yang cerita akan sedikit lebih sejuk dan nyaman seperti sejuknya dataran tinggi Gayo. Semua pihak mulai dari ketua DPRK, Kapolres bahkan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah ikut terlibat dalam babak baru ini.

AJNN mulai mendeteksi hal ini saat kabar kehadiran Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah ke Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (16/5/2020). Nova Iriansyah datang ke Aceh Tengah untuk menyerahkan bantuan kepada korban banjir bandang di Paya Tumpi dan kebakaran di Kala Bintang. Selain itu dia juga akan berkunjung ke Bener Meriah.

Usai makan sahur bersama di posko pengungsian SDN 3 Kebayakan. Nova Iriansyah bersama istri beristirahat di Pendopo Bupati Aceh Tengah. Sekitar pukul 09.00 WIB, AJNN mendatangi Pendopo Bupati untuk meliput kegiatan penyerahan bantuan.

Baru sekitar setengah jam berada di Pendopo, Nova Iriansyah keluar dengan langkah cepat menuju ke salah satu mobil didampingi ajudan dan sopir. Mobil tersebut mengarah ke rumah dinas Wakil bupati. Kurang dari satu jam kemudian, mobil tersebut kembali lagi ke Pendopo Bupati.

Baca: Shabela: Saya Mau Berdamai Asal Dia Punya Niat Baik

Setelah itu, rombongan baru menuju lokasi bencana banjir bandang di kampung Totor Pemulo (Paya Tumpi). Disana Plt Gubernur bersama istri didampingi Bupati Aceh Tengah, Shabela dan sejumlah pejabat provinsi serta kabupaten menyerahkan bantuan masa panik untuk korban di tempat tersebut. Usai menyerahkan bantuan Nova Iriansyah melakukan konferensi pers terkait bantuan masa panik kepada masyarakat banjir bandang.

Saat itu, ketika AJNN mencoba menggali keterangan dari Nova terkait apa yang dilakukan olehnya untuk mendamaikan dua pejabat Aceh Tengah ini, Nova mengelak menjawab pertanyaan yang diajukan.

"Pertanyaannya di luar konteks jadi saya tidak akan jawab saat ini," ujar Nova Iriansyah kepada AJNN dan sejumlah wartawan lainnya.

Tidak patah arang, AJNN bersama wartawan lain kembali ke kantor DPRK Aceh Tengah. Di sana AJNN bertemu dengan ketua DPRK, Arwin Mega. Saat pertemuan ini, akhirnya ditemukan titik terang apa yang sebenarnya terjadi saat Plt Gubernur ke rumah dinas Wakil bupati.

Baca: Dipolisikan Shabela, Ini Tanggapan Wakil Bupati Aceh Tengah

Menurut Arwin Mega, dirinya baru mendapatkan informasi bahwa Plt Gubernur berupaya mendamaikan Pasangan Shabela - Firdaus (SABDA). Informasi ini langsung dirinya peroleh dari Wakil Bupati, Firdaus.

"Tadi bapak Wakil Bupati mengatakan kesiapannya untuk berdamai. Hal ini setelah wabup berkomunikasi dengan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah," ujar Arwin Mega.

Arwin mengungkapkan sebenarnya dirinya juga sudah berupaya melakukan hal yang sama. Bahkan dirinya sudah mengundang ulama dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan tokoh ada dari Majelis Adat Gayo (MAG) dan Firdaus untuk duduk bersama dan saling bertukar pikiran dan Firdaus juga hadir dalam pertemuan itu. Saat itulah Firdaus menyampaikan kepada Ketua DPRK, ulama dan tokoh adat terkait saran perdamaian dari Plt Gubernur Aceh.

Itikat baik dari DPRK Aceh Tengah dengan mengundang ulama, tokoh adat dan Firdaus, sebagai upaya sudah untuk menjembatani perdamaian dari pasangan ini. Hal ini disebabkan oleh keinginan semua komponen masyarakat agar perdamaian ini tercapai.

"Pak Wabup siap berdamai tapi menunggu arahan Plt Gubernur Aceh dulu. Dalam masalah ini, Plt Gubernur sudah turun tangan. Namun kita tetap berupaya menjembatani, apalagi ini sudah menjadi isu nasional," ungkap Arwin Mega.

Namun, walaupun Plt Gubernur sudah mengambil alih upaya mendamaikan dua pejabat yang bersiteru ini, tapi wakil bupati mengharapkan pihak DPRK Aceh Tengah juga hadir saat prosesi perdamaian yang kemungkinan akan dilakukan secara adat. Proses perdamaian ini akan terjadi dalam waktu dekat.

"Bukan hari ini, kalau tidak ada halangan sebelum lebaran ini," ujar Arwin Mega.

Baca: Bupati Aceh Tengah Diancam Dibunuh oleh Wakilnya Sendiri

Sebelumnya Kapolres Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nono Suryanto juga menyarankan dan berharap konflik antara Bupati dan wakil Bupati Aceh Tengah bisa segera berakhir. Nono mengatakan perseteruan ini akan membawa dampak yang luas bagi masyarakat Aceh Tengah, apa lagi saat ini sedang ada wabah Covid-19 dan bencana banjir bandang.

"Saya mewakili Forkopimda berharap yang terbaik dari persoalan ini. Hal terbaik itu bukan hanya melalui jalur hukum. Apalagi kedua orang ini merupakan simbol pemerintahan Aceh Tengah, sehingga kami harus mendukung upaya perdamaian ini," ujar Nono.

Namun menurut Nono, apabila Bupati tetap melapor, maka polisi tidak bisa melarang dan pihaknya akan menerima laporan tersebut, karena itu hak warga negara. Namun upaya mediasi dan perdamaian secara adat merupakan langkah awal yang baik.

"Kalau ada pihak ketiga yang ikut membantu mendamaikan malah saya sangat mendukung, karena tidak semuanya harus diselesaikan secara hukum," pungkas Nono.

Akankah perseteruan ini akan berakhir sebelum hari Raya Idul Fitri tahun ini, kita tunggu saja kelanjutannya.

Komentar

Loading...