Unduh Aplikasi

Bermodalkan Rp500 Ribu, Pemuda Aceh Utara Sukses Promosi Kue Keukarah ke Nasional

Bermodalkan Rp500 Ribu, Pemuda Aceh Utara Sukses Promosi Kue Keukarah ke Nasional
Muhammad Rizal memperlihatkan Kue Keukarah miliknya. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Muhammad Rizal, pemuda asal Gampong Ceubrek, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, saat ini sedang menggeluti bisnis di bidang pembuatan kue tradisional kas Aceh bernama Keukarah.

Berkat usaha yang sudah dijalaninya selama tujuh tahun tersebut, anak dari pasangan Nuraini dan Abdul Wahab itu saat ini mampu memperkenalkan kue khas Provinsi Aceh yang dinamai Keukarah Makni ke tingkat Nasional yakni Kota Jakarta.

Sembari duduk di kursi salah satu kafe wilayah Lhokseumawe, Rizal menyebutkan, awal mula ketertarikannya menjalani usaha itu, ketika mengikuti pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Aceh Utara dan Banda Aceh.

“Awal mula saya termotivasi membuat usaha ini, saat mengikuti pelatihan UMKM, jadi agar membuahkan hasil dan ilmunya tidak hilang, saya memilih mengembangkan usaha kue Keukarah,” kata anak ke lima dari tujuh bersaudara itu.

Pria yang masih berstatus lajang tersebut menambahkan, alasannya memilih Kue Keukarah, adalah untuk memperkenalkan makanan khas Aceh ke tingkat nasional. Dan guna menjaga masakan tradisional Aceh agar tidak dilupakan oleh generasi muda.

“Ketika awal mula membuka usaha ini, saya hanya bermodalkan Rp500 ribu, dan Alhamdulillah, penghasilan sekarang, paling sedikit Rp3 juta per bulan,” katanya kepada AJNN, Jumat (6/3).

Dikatakan Rizal, Kue Keukarah hasil buatannya dipasarkan kawasan Lhokseumawe dan juga Aceh Utara. Bahkan, sekarang ini banyak yang pesan hingga ke Jakarta. Sementara harganya dalam satu bungkus Rp20 ribu.

“Kalau ada yang pesan untuk pengantin juga kami sediakan, setiap kerancang dijual dengan harga mencapai Rp800 ribu, tergantung ukurannya juga,” ujarnya.

Dirinya membuka usaha itu juga bertujuan ingin bangkit, dan memberi contoh kepada generasi muda lainnya kalau bisa mengahsilkan usaha di usia muda, tanpa harus membuang-buang waktu dengan hal yang tidak bermanfaat.

“Kami berharap dengan generasi muda mengikuti membuka usaha diusia muda, sehingga berdampak pada penghasilan untuk mengenjot ekonomi masyarakat di pedalaman,” jelas alumni Komunikasi IAIN Malikussaleh itu.

Komentar

Loading...