Unduh Aplikasi

Berkurban Tanpa Pembatasan

Berkurban Tanpa Pembatasan
Ilustrasi: istock.

LANGKAH Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyalurkan hewan kurban ke gampong-gampong perlu dilakukan juga pemerintah kabupaten lain. Dari gampong, hewan-hewan ini akan disalurkan kepada masyarakat sebagai bagian dari perayaan Idul Adha.

Sehingga di hari tasrik nanti, semua masyarakat yang ada di Aceh dapat menikmati daging kurban di rumah masing-masing atau menyantap bersama di meunasah sembari melantunkan takbir. 

Di atas kertas, Idul Adha tahun ini akan berjalan lebih tertutup. Salah satunya adalah setelah pemerintah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Dalam aturan ini, pemerintah melarang kerumunan dengan pembatasan yang lebih ketat lagi. Bahkan masyarakat diminta untuk tidak melaksanakan salat Idul Adha secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. 

Meski aturan PPKM Darurat ini hanya berlaku di Pulau Jawa dan Pulau Bali, tetap saja banyak daerah yang latah dan ikut-ikutan menerapkan aturan ini. Di atas kertas, penyembelihan hewan kurban hanya boleh dilakukan di rumah potong hewan. 

Artinya, dalam aturan darurat itu, warga tak boleh menyembelih atau melihat proses kurban di masjid atau meunasah. Namun itu hanya di atas kertas.

Karena yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah adalah melakukan evaluasi terus menerus terkait penyebaran Covid-19 dan langkah-langkah yang logis dalam menekan penyebaran virus itu. Hasil evaluasi itu dapat dijadikan dasar dalam penentuan kegiatan masyarakat, terutama selama Idul Adha ini.

Tidak perlu latah mengikuti aturan pusat, apalagi tanpa dasar hukum yang jelas. Pemerintah daerah harus berpikir mengelola kondisi ini sendiri, sesuai dengan kearifan lokal di daerah masing-masing. 

Komentar

Loading...