Unduh Aplikasi

Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Nek Fatimah Dilimpahkan ke Jaksa

Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Nek Fatimah Dilimpahkan ke Jaksa
Anak korban, pelaku pembunuhan. Foto: Ist

ACEH UTARA – Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara melimpahkan berkas perkara pembunuhan nek Fatimah (63) ke Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (28/8).

“Iya, baru saja kita terima berkas perkara tahap I pembunuhan Nek Fatimah oleh anak kandungnya di Gampong Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Ayee, Kabupaten Aceh Utara,” kata Kepala Kejari Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi kepada AJNN.

Baca: Nek Fatimah Dibunuh Anaknya Gara-gara Uang Rp 20 Ribu

Sambung Firman, setelah menerima berkas tersebut kemudian menunggu penelitian soal kelengkapan formil dan materil oleh Jaksa Peneliti Yudi Permana dan Harry Citra Kesuma.

“Tujuh hari ke depan baru kita ambil sikap, apakah dinyatakan lengkap (P-21) atau dikembalikan ke Penyidik (P-18) dengan petunjuk untuk dilengkapi (P-19),” imbuhnya.

Sebelumnya, detik-detik sebelum Nek Fatimah dihabisi secara sadis oleh anaknya, Nek Fatimah sempat merintih dan berucap pasrah.

Kala kuatnya genggaman tangan NA (35), merangkul lehernya di bawah ancaman sebilah pisau.

"Gorok saja leher saya, biar saya dapat surga," itu ucapan terakhir korban dihadapan NA sebelum ajal menjemput.

Cuma karena keinginannya tidak sanggup dipenuhi, darah dagingnya itu secara biadap langsung menjambak rambut korban dan secara tega menggorok leher ibunya dengan tangannya sendiri.

Kasat Reskrim Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi menjelaskan, tersangka awalnya mendatangi rumah korban sekira pukul 05.00 WIB, dengan tujuan meminta uang kepada ibunya Rp 300 ribu.

Karena korban menjawab tidak memiliki uang sebanyak itu, tersangka mengancam korban dengan sebilah pisau. Kemudian pelaku kembali meminta kepada korban uang Rp 20 ribu dengan alasan untuk membeli rokok. Karena permintaan tersebut juga tidak terpenuhi, kemarahan pelaku memuncak dan langsung menarik rambut korban dan menggorok leher ibunya.

"Motifnya karena korban tidak mampu memenuhi permintaan anaknya, maka dibunuh oleh NA," jelas Rustam Nawawi.

 

Komentar

Loading...