Unduh Aplikasi

Berkas Penyidik Kasus Bantuan Ternak Terhadap Tersangka ES Lengkap

Berkas Penyidik Kasus Bantuan Ternak Terhadap Tersangka ES Lengkap
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan atau penyaluran bantuan ternak bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK) Lhokseumawe tahun 2014 senilai Rp14.5 miliar lebih yang menjerat Direktur CV Bireuen Vision (BV) berinisial ES dinyatakan lengkap oleh Jaksa.

“Jadi kemarin (23/7) berkas tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Lhokseumawe berdasarkan Surat P21 nomor : B-1075/L.1.12/Fd.1/07/2019,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, Rabu (24/7).

Sambungnya, adapun pasal yang diterapkan kepada tersangka ES yakni, Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Subs pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Baca: Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Rekanan ES ke Polisi

“Ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 miliar,” pungkasnya.

Saat ditanyakan kapan rencanakan akan dilimpahkan kembali ke Jaksa, Kasat menjawab, bahwa berkas tersebut akan segera dilimpakannya.” Akan segera kita limpahkan,” imbuhnya.

Dikabarkan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe mengembalikan berkas perkara tahap I rekanan ES dalam kasus korupsi bantuan ternak berupa pengadaan lembu dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 senilai Rp 14,5 miliar ke Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe.

“Berkas perkaranya sudah kita kembalikan ke pihak kepolisian sekitar lima hari yang lalu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Muhammad Ali Akbar melalui Kasi Intelijen, Miftahuddin kepada AJNN, Kamis (28/3).

Pengembalian berkas perkara tersebut dikarenakan ada beberapa syarat yang belum dilengkapi oleh tim penyidik. “Setelah dilengkapi nanti baru berkas perkara tahap I itu dikembalikan ke kami, dan akan kami periksa ulang lagi,” ujarnya.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...