Unduh Aplikasi

Berjualan pada Siang Hari Bulan Ramadan, 4 Warung Nasi di Takengon Disegel Satpol PP/WH 

Berjualan pada Siang Hari Bulan Ramadan, 4 Warung Nasi di Takengon Disegel Satpol PP/WH 
Petugas Satpol PP/WH Aceh Tengah memperlihatkan barang bukti berupa makanan dan minuman yang diamankan. Foto: AJNN/Razikin Akbar.

ACEH TENGAH - Satuan Polisi Pamong Praja/Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) kabupaten Aceh Tengah, Kamis. (29/4/2021) menyegel empat warung karena kedapatan menjual dan melayani pembeli saat siang hari di bulan Ramadhan.

Kasatpol PP kabupaten Aceh Tengah, Syahrial Afri kepada sejumlah wartawan mengungkapkan informasi adanya warung yang menjual makanan dan minuman tersebut diperoleh pihaknya dari informasi masyarakat dan penelusuran intelijen Satpol PP/WH.

"Ada empat titik yang masing-masing satu titik di Paya Ilang dan tiga titik lainnya berada di jalan Qurata Aini, depan RSUD Datu Beru. Didepan Rumah Sakit itu ada tiga pintu Rumah Toko (Ruko) warung nasi," ungkap Syahrial di sela-sela kegiatan penyegelan.

Syahrial mengatakan bahwa sebelumnya beberapa warung yang kedapatan menjual nasi pada siang hari tersebut sudah pernah diingatkan pada hari kelima puasa lalu.

"Namun ternyata hari ini walaupun sudah kita ingatkan sebelumnya, di lokasi penggerebekan masih terdapat beberapa baskom makanan, mulai ikan, gulai dan semacamnya yang sudah siap saji," ujarnya.

"Ada juga yang sedang minum kopi di lokasi kejadian, namun kebanyakan makanannya dijual secara bungkus dan itu sudah kita intai ternyata ada masyarakat yang keluar masuk warung tersebut," kata Syahrial menambahkan.

Perbuatan pemilik warung atau penjual makanan dan minuman tersebut menurut Syahrial telah menyalahi aturan, sebab sesuai surat edaran yang sudah ada, yaitu mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB sore hari mereka dilarang melayani pembeli makanan selama di bulan Ramadan.

"Kalau kita lihat aturan, sudah jelas di qanun nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di Bidang Ibadah dan Syiar Islam, mereka telah melanggar, namun apakah pelanggaran ini akan bisa kita naikan menjadi suatu kasus, nanti akan kita serahkan kepada pihak penyidik untuk melakukan pemeriksaan," ujar Syahrial.

Syahrial kemudian mengungkapkan apabila pelanggaran yang terjadi memenuhi unsur, maka para pelaku akan dikenakan sanksi sesuai pasal 22 dengan ketentuan uqubah/pidananya berupa hukuman ta'zir atau penjara selama 4 bulan, kemudian cambuk didepan umum paling banyak 2 kali cambukan dan jika sudah dilakukan pelanggaran berulangkali, maka izin usahanya akan dicabut.

"Harapan saya kepada masyarakat, janganlah mencari keuntungan yang melanggar ketentuan di bulan Ramadan," ujar Syahrial.

Menurutnya melakukan aktifitas jual beli makanan (di tengah kondisi puasa) sedangkan orang lain tutup, orang lain juga nantinya akan merasa dirugikan dari sisi ekonomi. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada pedagang untuk  tolong mematuhi seruan yang diedarkan.

Terkait barang bukti yang diangkut berupa beberapa makanan, Syahrial mengatakan akan menghanguskan barang bukti makanan tersebut nantinya sebagai efek jera bagi pedagang.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...