Unduh Aplikasi

Andi Mallarangeng: Pejabat Negara Harus Hati - hati Memberikan Keterangan

Andi Mallarangeng: Pejabat Negara Harus Hati - hati Memberikan Keterangan
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng. Foto: IST.

JAKARTA - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng hari Sabtu (2/12/2021) kemarin mengkritik pernyataan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang mengatakan bahwa untuk menciptakan Herd Immunity (kekebalan komunal) terhadap Covid-19, Indonesia setidaknya membutuhkan waktu 3,5 tahun untuk melakukan vaksinasi ke seluruh penduduk Indonesia. 

"Harapan yang tadinya muncul langsung pupus dengan berita ini," ujar Andi Mallarangeng.

"This is not good enough. Lalu kapan pandeminya berakhir? Lalu kapan krisis ekonominya pulih? ujar Andi.

Tidak lama berselang pihak Kemenkes meralat pernyataan tersebut. Beberapa media juga meralat beritanya. Salah satu media siber nasional bahkan melakukan perubahan pada judul dan kutipan karena Kemenkes ralat tersebut. Mereka menulis " Redaksi melakukan perubahan di judul dan kutipan karena kemenkes meralat keterangannya".

Ralat salah satu media nasional. Foto: hasil Screenshot dari Facebook Andi Mallarangeng

Menanggapi hal tersebut, Andi Mallarangeng mengatakan kalau menjadi seorang pejabat harus berhati - hati dalam berbicara dan memberikan keterangan. Hal itu menurut Andi perlu dilakukan karena saat sekarang berita secara langsung bisa diunggah ke semua platform media. 

"Salah bicara, salah beri keterangan, langsung juga rakyat salah pemahaman," ujar Andi Mallarangeng.

Menurut Andi, adanya perbedaan antara 3,5 tahun dengan 1,5 tahun dalam menyelenggarakan vaksinasi hitungannya adalah nyawa dan penderitaan. Dan itu bisa dihitung per hari. 

"Salah keterangan, bikin harapan awal tahun langsung pupus," ujar mantan Menpora tersebut.

Namun dirinya bersyukurlah pihak kemenkes segera meralat, sehingga pemahaman yang keliru tidak berlanjut terus. Tentu lebih bisa diterima kata Andi, kalau proses untuk mencapai herd immunity di negeri ini butuh 15 bulan, walaupun dunia 3,5 tahun. Jangan sebaliknya, dunia 15 bulan dan Indonesia 3,5 tahun.

"Pertanyaannya adalah ukuran 15 bulan itu dimulai kapan? Tentu dimulai sejak vaksinasi pertama dilakukan. Nah, ini yang waktunya belum jelas. Tidak ada keterangan dalam ralat berita tersebut," ujar Andi. 

Andi juga mengatakan kalau masyarakat sepertinya belum bisa berharap banyak soal pemulihan kesehatan dan ekonomi rakyat di tahun 2021 ini. 

"Sementara itu, kita hanya bisa menonton bahwa di negara lain vaksinasi Covid-19 sudah dimulai, dengan vaksin yang aman dan manjur," pungkasnya.

Komentar

Loading...