Unduh Aplikasi

Beri Sanksi Keras Kepada Pelaku Kriminal Satwa

Beri Sanksi Keras Kepada Pelaku Kriminal Satwa
Aksi Damai Komunitas Peduli Satwa Liar di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh
BANDA ACEH - Komunitas peduli satwa mendorong pemerintah menyelamatkan satwa liar di Aceh dan memberi sanksi keras kepada pelaku kriminal terhadap satwa liar di provinsi itu.

"Kita mengiginkan pemerintah agar melahirkan aturan yang kuat untuk perlindungan satwa di Aceh," ujar Cut Ervida Diana, saat melakukan aksi damai Penyelamatan Gajah dan Harimau Sumatera di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Sabtu (03/10).

Dalam aksi itu Komunitas Peduli Satwa juga menyorot kasus kematian Gajah Yongki yang mati dibunuh dan dicuri gadingnya pada 18 September lalu.

Yongki merupakan gajah jinak berumur 35 tahun yang bertugas melakukan patroli pengaman hutan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBs) di Lampung.

Dalam aksi itu, mereka juga memberikan penghargaan kepada Yongki atas jasanya mengamankan hutan Sumatera. Penghargaan itu berupa lukisan yang diberi judul Thank You Yongki.

"Penghargaan ini diberikan sebagai kenangan bahwa pernah ada gajah bernama Yongki yang memiliki jasa besar untuk  perlindungan hutan Sumatera," katanya.

Sementara itu Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Teuku Irwan Djohan yang turut ambil bagian dalam aksi itu mengharapkan masyarakat lebih peduli terhadap satwa langka di Aceh.

"Agar generasi penerus kita tau dan dapat melihat langsung satwa langka tersebut dan jangan hanya melihat dari buku dan hanya mendengar cerita tentang satwa langka," kata Irwan Djohan dalam orasinya.

Ia juga meminta pemerintah Indonesia dan dunia internasional untuk mengakhiri perdagangan gading gajah, cula badak,
tulang, kulit dan gigi harimau di seluruh dunia.

Menurutnya, kejahatan terhadap satwa saat ini merupakan kejahatan serius yang melibatkan banyak pihak mulai dari pemburu, pedagang, penyelundup antar negara dan konsumen di pasar gelap internasional.

Dijelaskannya, Indonesia saat ini menjadi salah satu kawasan target perburuan satwa di mana hampir setiap hari berita tentang kekejaman terhadap satwa-satwa terdengar.

"Kami memulai komitmen Indonesia ini dari Aceh yang merupakan satu dari dua propinsi di Indonesia selain Lampung yang memiliki gajah, badak dan harimau sumatera," kata Irwan Djohan.

HENDRA KA

Komentar

Loading...