Unduh Aplikasi

Berharap Seadanya kepada Kejaksaan

Berharap Seadanya kepada Kejaksaan
Ilustrasi: Culture of Hope

MASYARAKAT Aceh bukan masyarakat yang muluk-muluk. Mereka hanya berharap para pejabat mereka bekerja amanah. Syukur-syukur mampu melahirkan terobosan yang bermanfaat.

Sama seperti saat pergantian Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh. Kemarin, kejaksaan menunjuk Muhammad Yusuf, wakil Kajati Aceh, untuk menduduki jabatan baru sebagai Kajati.

Yusuf menggantikan Irdam yang ditunjuk sebagai Direktur tindak pidana terhadap orang dan harta benda pada jaksa agung muda bidang tindak pidana umum Kejagung RI.

Sementara posisi Wakajati Aceh akan ditempati oleh Hermanto. Sebelumnya, Hermanto menjabat sebagai koordinator pada Jaksa Agung Muda bidang tindak pidana khusus Kejagung RI.

Sejatinya, pergantian pejabat tidak bakal mengganggu proses hukum, perkara apapun itu, yang berjalan di kejaksaan. Karena pergantian hanya terjadi di pucuk pimpinan.

Sementara orang-orang yang terlibat dalam penanganan perkara masih berada di tempat untuk menuntaskan pekerjaannya. Namun sering kali pula, pergantian pucuk pimpinan menjadi kendalam karena intervensi dari pejabat baru. Demikian juga sebaliknya.

Di tangan Yusuf, publik benar-benar berharap dapat melihat kejaksaan yang ideal. Mampu bertugas profesional dan mengawal kepentingan negara secara tuntas melawan para “maling”.

Dengan demikian, cap kejaksaan sebagai lembaga berkinerja buruk, sebagaimana hasil penilaian Kementerian Aparatur Negara beberapa waktu lalu dapat dihapus. Apalagi masyarakat juga tidak meminta yang muluk-muluk kepada lembaga ini.

Komentar

Loading...