Unduh Aplikasi

Berdaya di Negeri Sendiri

Berdaya di Negeri Sendiri
Ilustrasi

KASUS kematian Muhammad Zubir meninggalkan banyak pelajaran. Pria ini adalah tulang punggung keluarganya yang kini terkubur di kampung halaman, di Gampong Babah Ie Lamno, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, karena meninggal dunia di Malaysia, tempat dia mencari nafkah.

Zubir bekerja di sebuah doorsmeer. Sebuah pekerjaan kasar memang. Tapi dibandingkan dengan pekerjaan sejenis di dalam negeri, penghasilan Zubir lebih baik. Namun tak sedikit pula risiko yang harus dihadapi untuk bekerja di sana. Sama seperti risiko pekerjaan lain yang dijalani banyak warga negara Aceh di negeri seberang.

Bekerja di luar negeri menjadi pilihan yang mudah. Gambaran mengenai keuntungan besar saat bekerja di luar negeri adalah iming-iming yang sering didendangkan para calo untuk menjerat para pekerja. Banyak pekerja, khususnya perempuan, yang rela berangkat ke luar negeri meski melalui jalur haram.

Mereka yang mengiming-imingi pun tak sedikit. Baik di dalam negeri ataupun di negara penyedia lowongan. Biasanya, mereka bekerja dengan sistem sel. Sehingga saat salah satu dari sel ini terungkap, dengan cepat sel yang lain menghilang. 

Para pekerja juga dipaksa berutang. Untuk menutupi utang tersebut, mereka harus bekerja sesuai arahan agen atau calo tanpa berhak menolak, meski pekerjaan itu tak sesuai dengan hak dan harkat mereka.

Karena itu, perlu upaya komprehensif dari semua pihak, terutama pemerintah daerah, agar tak ada lagi warga Aceh yang bekerja sebagai buruh di luar negeri. Ini bisa dilakukan dengan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menumbuhkan industri kecil dan menengah di daerah masing-masing.

Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Arun-Lhokseumawe adalah salah satu yang digadang-gadang pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja luas. Namun Pemerintah Aceh, sebagai wakil pemerintah pusat, juga perlu mendorong daerah-daerah lain untuk berkembang.

Mungkin dengan mengalokasikan dana lebih besar ke kabupaten/kota, agar mereka mampu menciptakan lapangan kerja di daerah masing-masing.

Sembari melakukan itu, Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota harus mampu mendorong pendidikan lebih baik di gampong-gampong. Termasuk kepada mereka, para pemuda putus sekolah. Bukan pendidikan formal saja, namun juga peningkatan kapasitas dan pengetahuan mereka tentang wirausaha; kemandirian. Karena hanya dengan pendidikanlah, mereka mampu meningkatkan taraf kehidupan.

Komentar

Loading...