Unduh Aplikasi

Berdagang Sapi di Gedung Parlemen

Berdagang Sapi di Gedung Parlemen
Ilustrasi: eworld trade

DEWAN Perwakilan Rakyat bukan tukang stempel koleganya di eksekutif. Itu seharusnya dipahami benar, baik sebagai seorang politikus ataupun warga negara.

Jika anggota dewan, baik di pusat, provinsi ataupun daerah, bertindak seperti tukang stempel, yang hanya mengangguk-angguk berharap mendapatkan perhatian dari presiden, gubernur, wali kota atau bupati, maka kredibilitas parlemen akan semakin buruk.

Namun sayang, fenomena ini hampir terjadi di seluruh daerah. Seorang politikus yang memenangkan kursi di parlemen berlaku bak seorang penguasa. Alih-alih berdiri terdepan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, minimal memperjuangkan hak orang-orang yang memilihnya, mereka malah menjadi agen-agen kekuasaan.

Seorang anggota dewan dari partai yang mengusung kepala pemerintahan, misalnya, lebih banyak bersikap seperti jongos. Saat kepala pemerintahan itu dikritik, misalnya, si anggota dewan sibuk menjadi buzzer. Menjadi bumper yang memadamkan api kritik.

Legislatif seharusnya menjadi alat kontrol pemerintahan sesuai dengan aspirasi masyarakat. Bukan mengambil kesempatan untuk memanfaatkan posisi demi keuntungan pribadi. Mengatur proyek-proyek bersama kepala daerah. Dan memeras eksekutif.

Seharusnya di alam demokrasi ini, legislatif memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan. Mulai dari pembahasan anggaran hingga pengawasan pelaksanaan, legislatif memiliki fungsi yang penting.

Namun lagi-lagi, masyarakat hanya bisa gigit jari. Di ruang-ruang rapat, yang terjadi adalah perselingkuhan antara eksekutif dan legislatif. Bahkan ada anggota dewan yang kerap meminta tiket pesawat kepada kepala dinas. Seolah-olah jabatan sebagai anggota legislatif adalah hak untuk melakukan apa saja tanpa pagar etika.

Di saat yang sama, partai politik juga gagal bersikap. Alhasil, kader-kadernya malah menunggangi partai untuk keuntungan pribadi. Saat kepercayaan kepada legislatif terus berkurang. Partai politik berkontribusi besar atas kekacauan ini.

Sebelum tersesat terlalu jauh, para politikus di legislatif, baik di tingkat pusat, provinsi atau kabupaten/kota, alangkah baiknya jika mereka mau balik ke jalan yang benar; sirat al mustaqim. Mendorong demokrasi yang bersih. Bukan politik dagang sapi. Ini adalah jalan mendorong penyelenggaraan pemerintahan lebih bersih dan amanah.

Komentar

Loading...