Unduh Aplikasi

Berburu Urat Emas

Berburu Urat Emas
Ilustrasi: Infiniti.

LANGKAH Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim yang melarang masyarakat untuk mendulang emas di Lawe Alas untuk menggunakan alat berat dan air raksa (Merkuri) adalah langkah penting. Tidak hanya untuk menyelamatkan alur sungai itu, hal ini juga penting untuk melindungi pengguna jasa sungai itu dari penyakit kronis. 

Bagi masyarakat di daerah itu, mendulang emas adalah cara hidup. Mereka melakukan hal ini sejak lama dan turun temurun. Metode pendulangan adalah metode tertua dalam proses pemisahan emas. 

Biasanya dengan memanfaatkan kuali atau benda dengan bentuk sejenisnya, yang kemudian diisi air serta bebatuan yang kemungkinan mengandung emas. Selanjutnya kuali itu akan digoyang-goyang yang menyebabkan emas tertinggal di dasar kuali. Jadi, ukuran massa sangat berpengaruh dalam proses ini.

Namun, seiring perkembangan zaman, metode mencari emas terus berubah. Terutama didorong oleh faktor keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. 

Cara paling mudah mendapatkan emas itu adalah dengan menggunakan senyawa kimia berbahaya. Yang mungkin dampaknya tidak dirasakan dalam setahun atau dua tahun setelah penggunaannya. 

Salah satu zat yang paling sering digunakan, dan mudah didapat, adalah merkuri. Mungkin ini adalah metode paling berbahaya, karena dampak negatif yang dihasilkan. 

Dengan memanfaatkan sifat merkuri yang berupa air raksa sebagai pelarut, nantinya emas bisa dengan sendirinya terpisahkan dari bebatuan lainnya. Metode ini dianggap paling mudah dan efisien, namun bisa berakibat fatal karena dapat merusak lingkungan dan membahayakan manusia yang terpapar.

Merkuri termasuk ke dalam tiga jenis logam paling berbahaya dan 10 senyawa kimia yang paling beracun jika masuk ke dalam tubuh manusia. Namun, kenyataannya masih banyak masyarakat yang menggunakan senyawa berbahaya ini tanpa menggunakan prosedur yang benar. 

Endapan yang tersaring juga akan di sepanjang sungai dan laut. Dalam perjalanan ke laut, air yang terkandung di sungai juga digunakan masyarakat untuk aktivitas keseharian. Mulai dari memasak hingga mencuci pakaian. 

Sungai Lawe Alas membentang dari Gayo Lues, Aceh Tenggara--sedikit masuk ke Dairi, Sumatera Utara--dan bermuara di Aceh Singkil. Sungai sepanjang 350 kilometer ini menjadi andalan banyak makhluk hidup. 

Tanpa intervensi pemerintah untuk menjaga agar sungai itu terawat dan tidak tercemari, akan banyak kerugian yang diderita. Kerusakan ini sudah sangat dirasakan di Krueng Sabe, Aceh Jaya. 

Komentar

Loading...