Unduh Aplikasi

Berbagi Ruang

Berbagi Ruang
Ilustrasi: Wildlife Trust

KEBERADAAN satwa liar memang terkesan menakutkan. Bayangkan, saat kita asyik menikmati keindahan luat di Pulau Banyak, Aceh Singkil, tiba-tiba kita melihat seekor buaya air asin yang berenang tak jauh dari posisi kita. 

Demikian saat kita sedang menikmati keindahan pegunungan yang menjadi bagian dari Bukit Barisan, yang membentang dari ujung barat sampai ke ujung timur Sumatera, tiba-tiba muncul seekor harimau atau kawanan gajah liar.

Tapi ini adalah konsekuensi hidup di Aceh. Daerah ini masih memiliki banyak satwa liar. Bahkan Aceh menjadi satu-satunya daerah di Sumatera yang masih memiliki empat satwa kunci hutan Sumatera: gajah, badak, harimau dan orangutan. 

Di saat yang sama, perkembangan penduduk dan kebutuhan akan sumber daya alam juga semakin meningkat. Masyarakat Aceh, setelah bencana gempa bumi dan tsunami 2004, membutuhkan banyak kayu untuk membangun. 

Industri perkebunan juga meningkat seiring dengan kondusifnya keamanan Aceh pascapenandatanganan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia. Kebutuhan akan lahan bahkan memunculkan konflik baru, yakni manusia versus satwa liar. 

Angka konflik dalam 10 tahun terakhir meningkat signifikan. Ratusan konflik antara manusia dengan harimau, manusia dengan gajah terus terjadi. Bahkan ditengarai banyak kasus-kasus yang tidak terungkap yang rata-rata menempatkan hewan sebagai korban. 

Kondisi ini harusnya jadi perhatian. Seperti di Aceh Singkil, misalnya, perlu ada upaya yang memastikan manusia tidak merusak habitat buaya air asin yang menjadi satwa endemis di daerah itu. Demikian juga untuk urusan pembangunan jalan. Hendaknya hal itu tidak memutus koridor satwa liar Aceh yang membutuhkan areal luas untuk bisa bertahan hidup.

Manusia dan satwa liar harusnya dapat berbagi tempat. Tentu saja ini membutuhkan campur tangan manusia. Sebagai makhluk yang diberikan kelebihan akal, manusia harus mampu menghadirkan pembangunan yang menyejahterakan manusia namun tidak mengorbankan ekosistem yang menjadi penyangga kehidupan.

Komentar

Loading...