Unduh Aplikasi

Bensin di Singkil Rp 30 Ribu Per Liter

Bensin di Singkil Rp 30 Ribu Per Liter
Warga mengangkut kendaraan menggunakan perahu karet di Singkil. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Empat hari sudah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ke Ibu Kota Singkil, Kecamatan Singkil terhenti, hal itu menyusul putusnya jalan nasional lintas Singkil-Subulussalam di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara.

Kondisi itu membuat BBM baik premium maupun solar menjadi barang langkah di ibu kota, jika pun ada pedagang eceran yang menjual, harganya mencapai Rp 25 sampai Rp 30 ribu rupiah per liternya, jauh dari harga normal yakni Rp 6500 per liter untuk premium.

"Minyak langka disini, tadi pagi saya beli satu liter Rp 30 ribu, mau tidak mau kita beli, namanya juga butuh, orang itu pun susah payah belinya dari Rimo sana dibawa kemari," kata Suahardi warga Pulau Sarok.

Selain Premium, Gas LPG baik ukuran 3 kg muaupun 12 Kg juga langkah demikian halnya dengan kebutuhan air bersih, dihari keempat banjir warga banyak yang sudah kehabisan LPG maupun stok air bersih.

"Gas LPG juga tidak ada yang jual, banyak warga tadi minta dicarikan, capek saya keliling seluruh Singkil ini tapi tidak ada yang jual," kata Arief warga lainya.

Warga berharap pemerintah segera mencarikan solusi agar pasokan BBM, LPG dan air bersih kembali normal, selain untuk kendaraan, BBM dibutuhkan warga untuk mesin genset lantaran listrik di wilayah Singkil hingga kini belum memyala, menyusul kembali tumbangnya sejumlah tiang listrik di kawasan Anak Laut.

Akses jalan di Ketapang Indah sendiri telah dapat dilalui kendaraan, namun jembatan darurat yang dibangun hanya mampu menobang mobil mini bus dan sepeda motor, sehingga truk bermuatan berat belum dapat melintas di wilayah itu, secara keseluruhan banjir di Singkil telah berangsur surut.

Komentar

Loading...