Unduh Aplikasi

Bendera Partai Aceh Dibakar, Jhony Pertanyakan Respons Aparat

Bendera Partai Aceh Dibakar, Jhony Pertanyakan Respons Aparat
Posko Partai Aceh yang dirusak massa. Foto: Darmadi

LHOKSUKON - Juru bicara Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh wilayah Pase, Muhammad Jhoni, mempertanyakan sikap kepolisian terkait perusakan posko pemenangan dan atribut milik Partai Aceh (PA).

Jhoni menyayangkan tindakan para pendukung Partai Nasional Aceh. “Tindakan ini melanggar kesepakatan dalam proses pelaksanaan tahapan pemilu damai,” kata Jhoni, Ahad (25/12).

Baca: Di Aceh Utara, Dua Kubu Pendukung Paslon Ricuh

Dia juga menuding simpatisan dan pendukung PNA/Fatar berlaku arogan dan tidak menaati proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kemarin malam, dua simpatisan partai pendukung kandidat di Pemilihan Kepala Daerah 2017 ini terlibat kericuhan di Gampong leubok Mane, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Baca: Rumah Jubir KPA Pase Diserang, Irwandi: Baru Tahap Pemanasan Mesin Teror

Kericuhan ini dipicu oleh aksi pemukulan anggota PNA oleh anggota Partai Aceh. Tak rela rekan mereka dianiaya, massa dari PNA mengepung rumah Jhoni, yang diduga ikut memukul, dan membakar sejumlah atribut PA.

Aparat kepolisian segera mengamankan peristiwa itu. Dan mereka sepakat untuk menyelesaikan masalah itu di kantor Kepolisian Resor Aceh Utara.

Baca: Posko Pemenangan dan Bendera Partai Aceh Dirusak

"Jadi saya sendiri juga tidak tahu atas dasar apa mereka menyerang rumah saya dan merusak posko serta membakar atribut Partai Aceh. Sementara proses hukumnya ditangani pihak berwajib dan pihak yang bersangkutan masih ditahan di kantor polisi," jelasnya.

Jhonni meminta ketegasan polisi terkait aksi tersebut. Dia berharap upaya hukum dapat dilakukan sesuai aturan. Tidak boleh tebang pilih.

Jhonni juga meminta kepada jajaran KPA/PA dan serta relawan untuk bersabar dan menahan diri. Mereka diminta untuk tidak bertindak melakukan balasan apapun dan menanti proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

Komentar

Loading...