Unduh Aplikasi

Belasan Lembar Bendera Bintang Bulan Ditemukan Tertanam di Aceh Timur

Belasan Lembar Bendera Bintang Bulan Ditemukan Tertanam di Aceh Timur
Belasan Bendera Bintang Bulan yang ditemukan tertanam di Aceh Timur. Foto: Ist

ACEH TIMUR - Belasan lembar bendera Bintang Bulan ditemukan tertanam di Gampong Kuala Peudawa Puntong (Teupin Nyareng), Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Bendera tersebut ditemukan di lahan kosong milik keluarga Alm Zulkifli (Raja Ubit) saat salah seorang anaknya menggali tanah untuk menanam pisang, Minggu 21 Februari 2021.

Informasi diterima AJNN, Senin (22/2/2021) pada Minggu 21 Fabruari 2021 salah seorang anak alm Raja Ubit (eks anggota GAM) bernama Fahrul Razi hendak menanam pisang di lahan milik keluarganya. Saat menggali tanah, Fakhrul menemukan belasan Bendera Bintang Bulan terbungkus dengan plastik di dalam ember.

Menurut keterangan ibunya Nurbaiti, bendera-bendera tersebut adalah milik Alm Raja Ubit yang disimpan pada tahun 2000 an. Meski sudah 23 tahun, bendera-bendera tersebut terlihat masih bagus.

"Waktu itu ibu kami sempat melihat alm ayah kami mengumpulkan bendera-bendera tersebut. Namun ibu kami tidak tahu bendera tersebut kemudian dibawa kemana oleh ayah kami," kata Muzakir, abang Fahrul Razi.

Secara tak sengaja, kata Muzakir, adiknya Fakrul Razi kemarin sore menemukan bendera tersebut dilahan dekat rumah mereka yang dibakar saat konflik Aceh dulu.

"Bendera tersebut sudah kami cuci sampai bersih. Rencananya bendera tersebut akan kami simpan dengan baik sebagai kenang-kenangan," kata Muzakir.

Menurut Muzakir, ayahnya Raja Ubit meninggal dunia pada tahun 2015 akibat sakit yang dideritanya sejak tahun 2010 lalu.

Saat masih konflik antara RI dengan GAM pada masa lalu, Raja Ubit ikut bergerilya di pedalaman Aceh Timur, ia juga pernah ditugaskan oleh Panglima GAM Wilayah Peureulak Tgk. Ishak Daud (Abu Chik) pada tahun 2001 ke Batu Bara Sumatera Utara.

"Waktu itu ayah kami ditugaskan ke Batu Bara, Sumatera Utara, untuk menjemput Abu Hasan Puteh dengan tujuan mendirikan GAM di daerah Asahan Sumatera Utara," terang Muzakir.

Kata Muzakir, almarhum ayahnya pada tahun 2002 pernah ditahan di penjara Tanjung Gusta, Sumatera Utara dengan kasus kontak senjata di Batu Bara.

"Pada tahun 2006 ayah kami dapat amnesti dari Pemerintah Republik Indonesia, amnesti itu ia dapatkan setelah tercapainya perjanjian damai Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki antara RI dan GAM pada 15 Agustus lalu di Filandia," ungkapnya.

Untuk diketahui, Raja Ubit adalah nama sandi alm Zulkifli saat bergabung dalam barisan kombatan GAM. Ia tercatat sebagai anggota GAM Sagoe 05 Idi Kuta Wilayah Peureulak.

Komentar

Loading...