Unduh Aplikasi

Belasan hektare padi diserang hama tikus

ACEH BARAT DAYA - Sudah hampir satu bulan terakhir, petani warga Gampong Padang Kawa dan Padang Bakjok Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dibuat tak nyaman dan resah. Pasalnya, tanaman padi diserang hama tikus.

Menurut para petani, musim tanam serentak tahun 2014 ini sudah berjalan beberapa pekan terakhir hingga saat ini tinggal menunggu masa panennya yang diperkirakan pada bulan Desember mendatang. Namun tanpa diduga sebelumnya hama tikus mulai menyerang.

“Biasanya serbuan tikus berlangsung pada malam hari. Namun kali ini benar-benar tak terduga karena siang haripun mereka melakukan penyerangan secara mendadak. Kami dibuat kalang kabut,” ungkap Toni salah seorang petani di gampong Padang Kawa.

Serangan tikus musim tanam rendengan tahun ini, menurutnya sungguh luar biasa. Kata Toni, panen masih dua bulan setengah lagi, namun mereka sekarang tak berdaya menghadapi serangan tikus.

Disebutkannya, untuk mengatasi berbagai jenis obat pestisida atau racun kontak semuanya telah dicoba. Tapi itu percuma saja karena tikus bukannya mati malah tambah semakin banyak.

Saat disinggung berapa hektare tanaman padi sawah yang rusak akibat diserang tikus, Toni mengatakan, jumlah lahan sawah yang diserang hama tikus sekitar 15 hektare. Belum juga sawah di luar desa tersebut, karena dari informasi yang beredar serangan hama tikus tersebut terjadi juga di desa Padang Bakjok.

Lebih lanjut dikatakan Toni, untuk tanam rendengan tahun ini berbeda dengan tahun kemarin, untuk tahun lalu serangan tikus bisa diatasi dengan memberikan racun phospit (racun tikus). Namun untuk tahun ini, tikus tersebut meskipun ada yang mati kena obat tapi masih juga banyak yang berkeliaran.

“Tikus-tikus ini sepertinya tidak mempan diracun,” ucapnya.

Atas kondisi itu, pihaknya berharap pemerintah melalui intansi terkait dapat segera memberikan solusi. Jika dibiarkan petani akan merugi, karena hasil panen pasti merosot.

Sementara itu, Kepala Dinas pertanian Abdya Adusmin Umar melalui Bidang Produksi Hamdan mengatakan, untuk mencegah hama tikus tersebut pihak Dinas pertanian setempat sudah menyiapkan obat.

“Kita sudah siapkan racun tikus itu untuk petani, namun belum kita bagikan. Karena kita bagi benihnya dulu, setelah itu baru kita bagikan racun,”kata Hamda yang dijumpai AJNN di ruang kerjanya Rabu (8/10).

Dikatakan Hamdan, untuk dua gampong yang sudah siap tanam tersebut mereka melakukan penanaman diluar kesepakatan yang sudah ditentukan pihak pemerintah setempat yang telah dilaksanakan musyawarah pada tanggal 22 Mei 2014 lalu. Musyawarah tersebut ungkap Hamdan, terkait dengan tanam serentak yang akan dilaksanakan pada bulan September lalu.

“Rencana kita kan bulan September lalu, namun terkendala dengan BBM jenis Solar yang sulit untuk didapati pihak petani, ya akhirnya, kita geser tanamnya pada Oktober,” ujar Hamdan.

Hamdan sempat menyinggung, untuk bulan ini pihak Dinas Pertanian sudah mulai melakukan pembagian benih padi yang akan dibagikan kepada seluruh petani di Abdya dengan jumlah 25 kg benih padi per Hektare.

Saat ini pihaknya sudah melakukan pembagian benih untuk petani, sudah delapan Kecamatan yang sudah dibagi, yaitu Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, Setia, Blangpidie, Susoh, Jeumpa dan Kuala Batee. Namun Kecamatan Babahrot belum kita bagi karena masih dalam proses olah tanah.

RAHMAT

Komentar

Loading...