Unduh Aplikasi

Belasan guru bakti di Langsa ditipu calo

Belasan guru bakti di Langsa ditipu calo
Penipuan, foto: lensaindonesia
LANGSA-Berharap menjadi Guru Kontrak Daerah (GKD), belasan pendidik yang masih berstatus bakti di SMA Cut Nyak Dhien, Kota Langsa, Aceh, justru tertipu oleh calo.

Bermula dari kepiawaian seorang oknum Pegawai Negri Sipil berinisial MW yang bertugas di Dinas Syariat Islam, Kota Langsa, bekerja sama dengan seorang ibu rumah tangga bernama CLW. Mereka berhasil meyakinkan Kepala Sekolah SMU Cut Nyak Dhien, Efi Padrita M. Pd, bahwa mereka bisa mengurus para guru bakti menjadi GKD.

Tergerak karena rasa kasihan kepada anak buahnya yang dirasa gaji seorang guru bakti masih sangat jauh dari cukup, Efi kemudian memberi tahu dan membujuk para guru bakti di sekolahnya itu untuk memanfaatkan kesempatan khusus tersebut.

”Bahkan anak angkat saya yang berstatus bakti pun saya talangi dananya. Saya setorkan sesuai dengan permintaan mereka untuk biaya kepengurusan SK GKD tersebut,” tutur Efi kepada wartawan di ruang kerjanya.

Dijelaskan, mulanya mereka menentukan besaran biaya yang harus disediakan, sebesar Rp.6 juta per guru. Namun belakangan dinaikkan manjadi Rp.8 juta.

Demi mewujudkan keinginan untuk menjadi GKD, para bakti tanpa tanda jasa itu bersedia memenuhinya. Meskipun mereka harus meminjam uang di sana-sini. Mereka berharap setelah tiga bulan seperti yang dijanjikan oleh MW dan CLW, SK GKD sudah mereka genggam.

Namun anehnya, sebelum sampai tiga bulan, CLW sebagai perantara, kembali menghubungi Efi Padrita, meminta untuk disediakan uang sebesar Rp.150 juta.

Alasannya, dana sebesar itu akan diberikan kepada Walikota Langsa, agar kepengurusan SK bisa dipercepat.
Saat itu Efi sebenarnya sudah mulai merasa curiga, karena mulai terasa ada yang tidak beres dalam urusan SK tersebut. Namun karena diyakinkan dan didesak dengan alasan jika tidak mampu menyediakan uang tersebut, maka kepengurusan SK GKD bisa batal.

Akhirnya Efi mengalah, namun tahap pertama dia menyerahkan sebesar Rp. 52 juta dan diberikan kuitansi penerimaan uang. Berikutnya, diserahkan lagi Rp. 28 juta, dan berangsur-angsur terus diserahkan dana, sampai jumlahnya mencukupi.

Namun ditunggu-tunggu sampai melewati batas waktu yang dijanjikan, SK yang dijanjikan bagi para guru bakti, tidak terbit juga. Padahal menurut pengakuan Efi, pihaknya telah menyerahkan uang sebesar Rp.315 juta kepada CLW, yang dikumpulkan dari para guru bakti.

Merasa sudah semakin berbelit, Efi meminta pertanggungjawaban CLW. Setelah bersitegang dengan dirinya dan para guru bakti, akhirnya CLW berjanji akan mengembalikan seluruh uang Efi Padrita M Pd, dan para bakti pada tanggal yang telah disepakati. Namun sampai tanggal yang dijanjikan terlewati, CLW tidak juga menepati janjinya.

Sementara itu CLW yang dihubungi wartawan lewat telepon selularnya, mengaku tidak tahu menahu dengan kasus tersebut.

”Maaf, saya tidak ada urusan dengan semua itu,” ujarnya sambil buru-buru menutup telepon genggamnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan ( BKPP ) Kota Langsa, Syahrul Thaib SH, MAP, yang dihubungi lewat telepon selularnya, baru-baru ini mengatakan belum ada GKD yang dikeluarkan SK-nya karena belum ada formasi.

“Jadi kalau ada oknum yang membawa nama saya dan Wali Kota, silahkan dilaporkan polisi saja. Biar pihak yang berwajib menangkap orang tersebut.Itu jelas penipuan,” tegasnya.

ASRUL

Komentar

Loading...