Unduh Aplikasi

Belajar Menghargai Sampah

Belajar Menghargai Sampah
Ilustrasi: taipei times

BURUKNYA pengelolaan sampah tak hanya tercermin dalam keseharian masyarakat Banda Aceh. Hampir di seluruh daerah di Aceh, pengelolaan sampah, terutama sampah plastik, terlihat jelas dan semakin menunjukkan tren memburuk.

Sampah plastik ini berasal dari aktivitas masyarakat. Mulai dari anak bayi hingga manula. Mulai dari areal perkantoran hingga di meunasah-meunasah. Sampah dianggap sebagai sesuatu yang tak berharga.

Tak perlu repot-repot untuk membuktikannya. Coba Anda berjalan sedikit ke luar dari rumah untuk melihat tepi jalan dan parit. Sudah menjadi pemandangan jamak sampah plastik “bersemayam” dalam parit yang dangkal dan penuh limbah.

Hal ini disebabkan karena pemerintah daerah tak punya konsep jelas mengenai sampah. Hal ini berlanjut dengan kegamangan pemerintah daerah untuk mengelola sampah.

Belum lagi sikap anggota masyarakat yang kerap kali mengabaikan keberadaan sampah dan menganggap hal itu hanya urusan pemerintah daerah saja. Bahkan masih banyak penumpang kendaraan bernilai ratusan juta membuang sampah plastik seenaknya di jalan yang mereka lalui.

Kita tidak sedang berperang dengan plastik. Karena keberadaan plastik saat ini sangat dominan dan masih sangat dibutuhkan. Namun tak ada salahnya jika pemerintah daerah mendorong agar masyarakat bertanggung jawab terhadap setiap kantong plastik atau kemasan berplastik yang mereka gunakan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus membuat manajemen sampah dari sekadar memindahkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Pemerintah daerah di seluruh Aceh bisa belajar dari Singapura, negeri kecil tetangga kita, yang dinilai mampu mengatasi sendiri sampah mereka.

Bahkan lewat proses yang sangat menjamin kebersihan udara dan lingkungan, terutama tanah dan air, Pemerintah Singapura mengubah sampah menjadi sumber energi. Masyarakat juga terus didik untuk menjaga lingkungan lewat aturan yang ketat tentang pengelolaan sampah.

Di tengah “hasrat” kita yang masih tinggi untuk menggunakan plastik, pemerintah daerah di seluruh Aceh perlu mencari cara agar sampah-sampah yang kita hasilkan tidak terus mencemari lingkungan dan mendatangkan keuntungan ekonomis. Mengubah sampah menjadi hal yang lebih bermanfaat bakal mendorong masyarakat untuk lebih menghargai sampah.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...