Unduh Aplikasi

Belajar di Kelas Alam Quantum School

Belajar di Kelas Alam Quantum School
Salah satu kegiatan di Fun Trip SDIT Quantum School. Foto: Wen Genali.

ACEH BESAR - Wajah Muhammad Azhim memerah. Keringat membasahi kening dan pipi. Sama seperti di kaos lengan panjang sebagai seragam sekolah oranye-hijau Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Quantum School yang dikenakannya.

Azhim baru saja melewati tantangan melewati seutas tambang yang dipautkan setinggi kening orang dewasa, di antara dua pohon, di tepi kolam taktis milik Komando Daerah Militer Iskandar Muda, di kawasan Mata Ie, Aceh Besar.

Nggak takut. Seru. Habis ini main flying fox,” kata Azhim. Hari ini, Rabu, 16 Oktober 2019, Azhim dan 96 teman-temannya di sekolah itu tak belajar di kelas. Pelajaran hari ini dialihkan ke areal terbuka.

Sejumlah murid SDIT Quantum School menanti giliran menaiki wahana flying fox di kolam taktis Kodam Iskandar Muda, di Mata Ie, Aceh Besar. Foto: Dokumentasi Quantum School.

Selain melintasi seutas tali, di bawah pengawasan guru-guru sekolah itu dan sejumlah prajurit Kodam Iskandar Muda, anak-anak kelas tiga, empat dan lima, ini juga diberikan kesempatan untuk mengitari danau kecil di atas perahu karet dan bermain flying fox.

“Baru sampai kelas lima. Belum ada kelas enamnya,” kata Riani Hilal Ukhra, Kepala Sekolah SDIT Quantum School.

Meski masih “balita”, sekolah ini berkembang dengan mengusung konsep berbeda dengan sekolah-sekolah lain. Menurut Riani, di Quantum School, anak-anak tak hanya belajar di dalam kelas. Mereka juga diajarkan untuk melihat dan merasakan langsung pengalaman mengenai sebuah objek.

Riani mengatakan Quantum School mengasah berbagai kecerdasan anak. Bukan sekadar kecerdasan akademik. Pendekatan multiple intelligence (kecerdasan majemuk) ini merupakan strategi untuk menjadikan belajar semakin bermakna, tepat sasaran, dan menyenangkan.

“Di sini, para guru dapat memantau langsung bakat dan minat anak. Ada anak-anak yang pendiam di kelas, namun saat berada di alam terbuka, mereka menjadi yang tercepat. Hal-hal ini lah yang kemudian kami diskusikan dengan orang tua murid untuk membantu pengembangan bakat mereka,” kata Mayrawati, Wakil Kepala Bidang Kurikulum Quantum School, menambahkan.

Pengalaman memang guru terbaik. Saat anak-anak di Quantum School belajar tentang mata uang, mereka berkunjung ke kantor Bank Indonesia perwakilan Aceh. Di sini, anak-anak diajarkan untuk mengenali uang asli dan palsu. Menurut Riani, pengalaman ini sangat membekas di benak anak.

Mereka juga berkunjung ke kantor Serambi Indonesia, sebuah media cetak di Banda Aceh. Anak-anak, kata Riani, melihat dan mengamati langsung cara kerja media massa: membuat berita hingga mencetak koran.

Kegiatan-kegiatan itu dinamai Fun Trip. Ini merupakan program reguler yang diadakan empat kali dalam setahun. Lokasi belajar dipilih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Konsep moving class dalam penerapan strategi belajar dibuat untuk menjadikan interaksi dalam proses belajar semakin antusias, untuk guru dan para murid.

“Program ini dicanangkan berdasarkan kebutuhan dasar siswa untuk mengembangkan psikomotorik serta potensi motorik yang ada pada anak. Kami berupaya upaya menghadirkan proses belajar terbaik bagi anak. Karena sebenarnya, bagi anak-anak, alam ini hanyalah sebuah kelas yang lebih besar,” kata Riani.

Komentar

Loading...