Unduh Aplikasi

Belajar Berdemokrasi dari Golkar

Belajar Berdemokrasi dari Golkar
DARI tengah arena perhelatan Musyawarah Daerah X partai bergambar beringin, suasana alot terjadi. Dua nama yang digadang-gadang melangkah mulus untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah, TM Nurlif dan M Yusuf Ishaq harus menunggu lebih lama untuk dipilih sebagai ketua. Dalam musyawarah ini, memang tak ada satupun agenda dirancang untuk memenangkan satu nama.

Di Aceh, hal ini tergolong langka. Kebanyakan ajang pemilihan ketua baru partai dirancang dan memang diarahkan kepada satu calon saja. Musyawarah, kongres, atau apapun namanya hanya sekadar formalitas. Bukan ajang untuk menemukan figur terbaik yang bisa mendewasakan partai politik di Aceh.

Di Golkar semua proses berlangsung dinamis. Setiap calon yang berniat menjadi ketua partai harus benar-benar keluar dari lubang jarum, kerena setiap peserta musyawarah memiliki hak untuk menentukan pilihan. Dan keberhasilan seorang calon sangat tergantung pada kemampuannya mengelola konflik dan menjadikannya sebagai sebuah kekuatan.

Proses lobi dalam pemilihan bukan barang haram. Sepanjang lobi-lobi itu tidak dilakukan dengan iming-iming uang. Lobi yang harus dilakukan calon adalah meyakinkan peserta lain untuk ambil bagian dalam program yang mereka tawarkan untuk membawa perubahan, menjadikan organisasi ini lebih baik.

Di tengah miskinnya kultur politik yang sehat di Aceh, musyawarah daerah X Golkar kali ini hendaknya dapat membawa Golkar menjadi partai rakyat. Partai yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang membela kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompoknya saja.

Momentum ini juga hendaknya mampu melahirkan pemimpin partai baru yang diterima oleh seluruh lapisan kader Golkar yang sebelumnya galau di bawah bayang-bayang perpecahan partai. Sosok TM Nurlif diyakini mampu membawa perubahan itu. Dan terpenting, menjadi simbol pemersatu partai yang akan mengarungi kerasnya angin politik hingga 2017.

Memasuki tahun politik, kemampuan Golkar sebagai partai tua dengan pengalaman segudang harus memberikan pelajaran politik yang cerdas dan jelas kepada masyarakat. Golkar tak bisa lagi hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Karena masa itu tak akan pernah kembali. Golkar masa depan adalah Golkar yang memainkan politik sehat. Inilah yang dinamakan berdemokrasi.

Komentar

Loading...