Unduh Aplikasi

Bekas Tapol Napol Tuntut Hak ke DPRA

Bekas Tapol Napol Tuntut Hak ke DPRA

BANDA ACEH - Puluhan massa dari bekas Tahanan Narapidana Politik (Tapol/Napol) Aceh melakukan aksi damai di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Selasa (8/11). Mereka menuntut hak yang semestinya diterima dari pemerintah.

Sebelum tiba di DPRA, para demonstran melaukan long mack dengan berjalan kaki dari Taman Ratu Safiatuddin menuju ke DPRA sekitar pukul 10.30 WIB.

Koordinator aksi, Muhammad menyampaikan dalam tuntutannya, bahwa selama ini pihaknya dari Tapol/Napol tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, padahal dalam MoU Helsinki telah tertuang beberapa butir tentang pemberian hak atau pekerjaan dan jaminan sosial kepada seluruh tahanan politik dimasa konflik.

"Kami pekerjaan serta jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apabila tidak sanggup lagi bekerja," teriak Muhammad saat menyampaikan aspirasinya.

Kata Muhammad, mereka juga meminta semua tahanan polisi yang memperoleh amnesti akan menerima alokasi tanah pertanian juga pekerjaan dan jaminan sosial jika yang bersangkutan tidak mampu lagi bekerja.

Semua rakyat sipil yang terkenak dampak dapat menunjukkan surat kerugian akibat konflik itu sehingga kepada mereka juga harus diberikan pekerjaan serta jaminan sosial layak dari Pemerintah Aceh apabila tidak mampu bekerja.

"Kami dari seluruh Aceh kesini ingin mununtut hak, dan berharap semua permintaan kami dapat dikabulkan oleh Pemerintah Aceh," tegas Muhammad.

Selain itu, mereka berharap reintegrasi segera berjalan dalam waktu sesingkat-singkat mungkin, karena sampai saat ini masih banyak janda akibat konflik dan anak yatim belum diperhatikan, maka dari itu mereka juga menuntut agar diberikan rumah kepada para korban konflik Aceh.

Aksi yang berlangsung selama satu jam itu mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian, sehingga demo ini berjalan secara tertib. Dalam spanduk yang ditenteng dimereka dituliskan, "Tapol/Napol menuntut hak pada Pemerintah Aceh."

Komentar

Loading...