Unduh Aplikasi

Bekas Kepala BPBD Simeulue Divonis Delapan Tahun Penjara

Bekas Kepala BPBD Simeulue Divonis Delapan Tahun Penjara
BANDA ACEH - Bekas Kepala BPBD Simeulue, Mulyadinsyah divonis delapan tahun penjara, atas kasus korupsi dana hibah BPBD Simeulue tahun 2011 senilai 3,1 miliar.

Keputusan itu dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh, yang ketuai olehT Syarafi, serta Juandra dan Zulfan Effendi, Jumat (5/8) kemarin.

Selain hukuman penjara, Mulyadinsyah juga dihukum membayar denda Rp 500 juta subsider (pengganti denda ) 6 bulan kurungan badan serta mengembalikan uang negera Rp 1,466 miliar.

Baca: Pengadilan Periksa Bekas Sekda Simeulue

Vonis majelis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya, yakni 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subiser 6 bulan dan mewajibkan mengembalikan keuangan negara Rp 3,166 miliar.

Majelis hakim menyebutkan terdakwa Mulyadinsyah terbukti memperkaya diri sendiri dan orang lain yang berakibat merugikan keuangan negara, sebagaimana diatur dalam Pasal Subsider JPU Pasal 2 Ayat 1 Undang -Undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor.

Atas putusan tersebut kedua pihak, baik JPU mapun terdakwa menyatakan pikir-pikir apakah akan melakukan upaya hukum banding atau menerima putusan. "Kami nyatakan pikir-pikir pak hakim atas putusan ini," kata JPU Ade Putra dari Kejari Simeulue. Senada juga disampaikan terdakwa Mulyadinsyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus korupsi dana BPBD Simeulue tahun 2011 telah merugikan keuangan negara senilai Rp 3,1 miliar. Temuan tersebut membuat Mulyadinsyah melarikan diri dari Kabupaten Simeulue hingga masuk buronan (DPO) Polres Simeulue lebih kurang 2 tahun.

Lalu pada 26 Desember 2015, Mulyadinsyah menyerahkan diri ke tim Polres Simeulue di Banda Aceh. Sejak itu, Mulyadinsyah ditahan polisi dan sempat dititip di Rutan Sinabang. Hasil penyelidikan, diketahui dana ini mengalir ke sejumlah pejabat Simeulue pada tahun 2012.

Rabu, 20 April 2016, Polisi kemudian memboyong Mulyadinsyah ke Banda Aceh setelah JPU Kejari Sinabang menyatakan berkas terdakwa lengkap (P-21). Pada 14 April 2016, Polres Simuelue kembali menetakan dua tersangka dalam kasus ini.
Keduanya yakni mantan Sekda Simeulue Mohammad Riswan R dan mantan Bendahara BPBD Simeulue, Indra Dili Mirawan. Menurut polisi, Mohd Riswan R ditetapkan tersangka karena telah menerima tunai dana BPBD Simeulue Rp 1 miliar dan Rp 5 juta masuk rekening pribadinya.

Baca: Bekas Kepala BPBD Simeulue Diinapkan di Lapas Kajhu

Sementara Indra Dili Wirawan, pada saat menjabat sebagai Bendahara BPBD Simeulue, telah menandatangani 12 specimen pengeluaran keuangan BPBD mulai besaran Rp 20 juta hingga Rp 1 miliar dengan total senilai Rp 3,143 miiar. Pada 26 April 2016, tersangka Indra Dili Mirawan ditahan polisi.

Menurut Kapolres Simeulue saat itu, AKBP Edi Bastari tidak tertutup kemungkinan masih adanya tersangka baru dalam kasus ini menyusul Mulyadinsyah dan dua tersanga baru ini. Polisi masih terus menyelidiki semua yang menerima aliran dana. Sebelumnya polisi mempublis hampir 30 an orang telah menikmati uang negara.

Komentar

Loading...