Unduh Aplikasi

Bekas Kantor Imigrasi Tak Layak Jadi Tempat Penampungan

Bekas Kantor Imigrasi Tak Layak Jadi Tempat Penampungan
Imigran rohingya di eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe dinilai tidak layak menjadi tempat penampungan untuk 99 Imigran Rohingya yang terdampar di Perairan Seunudon, Kabupaten Aceh Utara.

Pantauan AJNN di lokasi, sekitaran lokasi tersebut dipenuhi rumput, bahkan untuk kamar mandi juga tidak tersedia.

“Kondisi bekas kantor tersebut sudah tidak layak dijadikan tempat penampungan. Bukan hanya kondisi bangunannya, tapi juga kondisi prasarananya sudah rusak dan sanitasinya tidak ada,” kata Kepala Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Fauzi.

Sementara itu, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Sumirating Baskoro, mengajak para pihak, terutama UNHCR, untuk segera mencari solusi agar lokasi penampungan yang layak bagi etnis Rohingya ini dapat segera terwujud.

Baca: Imigran Rohingya Dipindahkan ke Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe

Sebelumnya, Imigran asal Rohingya yang sebelumnya dijemput paksa oleh nelayan di Perairan Bayu, Kota Lhokseumawe, kini dipindahkan ke bekas Kantor Imigrasi kota setempat, tepatnya di Kecamatan Blang Mangat.

Pemindahan tersebut, dilakukan dengan menggunakan dua unit mobil truk, sementara hasil pendataan terakhir, total keseluruhan mereka sebanyak 100 jiwa.

“Sementara kami bawa dulu ke Imigrasi, kemudian akan dilihat tindakan yang dilakukan ke depan,” kata staf UNHCR, Oktina kepada sejumlah awak media, Kamis (25/6).

Komentar

Loading...