Unduh Aplikasi

Bekas Dirut RS Meuraxa Deklarasi Maju sebagai Calon Rektor Unsyiah

Bekas Dirut RS Meuraxa Deklarasi Maju sebagai Calon Rektor Unsyiah
Bekas Direktur Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh Syahrul. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH - Bekas Direktur Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh Syahrul mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Silaturahmi sekaligus deklarasinya sebagai calon Rektor Unsyiah periode 2018-2022, berlangsung di Hermes Hotel, Banda Aceh, Senin (16/10).

"Saya wakafkan diri untuk maju sebagai calon Rektor Unsyiah," kata Syahrul, dihadapan puluhan undangan dari berbagai latar belakang maupun dari para alumni-alumni Unsyiah.

Syahrul mengatakan akan mewujudkan Unsyiah sebagai world class University yang pasti hebat. Di Asia, Unsyiah belum masuk dalam 50 universitas terkemuka. Bahkan di Indoensia saja Unsyiah tidak masuk dalam 10 besar universitas terkemuka.

"Pertanyaan ini selalu menggungah pikiran saya, sekaligus mengundang kepedulian dan keprihatinan saya bagaimana merubah kondisi Unsyiah menjadi universitas terkenal," kata Syahrul.

Bekas Dirut RSUDZA ini juga mengungkapkan ingin menciptakan Unsyiah hebat yakni yang profesional, berintegritas, bersemanagat antikorupsi, kesantunan, berbudaya, partisipatif dalam rangka percepata pembangunan nasional dan Aceh.

"Bagaimana caranya yakni mengenal lebih dekat dengan masalah yang kita hadapi sekarang, terutama masalah-masalah utama yang sering terjadi dan menimbulkan kesulitan dan hambatan dalam pelaksanaan Tridharma Penguruan Tinggi," ujarnya.

Ia berjanji apabila terpilih sebagai Rektor Unsyiah akan melahirkan 25 guru besar setiap tahunnya. Bahkan setiap tahun akan dianggarkan biaya penelitian kepada setiap guru besar.

"Satu guru besar Rp 1 miliar dana penelitian. Harkat dan martabat sebuah negara adalah pendidikan, maka pendidikan itu penting," ujarnya.

Selain itu, dalam 100 hari kepemimpinan nanti, Syahrul mengaku akan fokus memperbaiki manajemen internal kampus terlebih dahulu. Setelah itu selesai, maka setiap program kerja yang dikerjakan akan berjalan dengan baik.

"Tri Dharma Perguruan Tinggi itu harus menyatu dengan Jantong Hate Rakyat Aceh. Artinya pendidikan, penelitian dan pengabdian harus selalu menyambung, kalau itu terjadi saya yakin Unsyiah akan semakin maju," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta yang hadir Beni (34) menilai pihak-pihak yang memberikan dukungan kepada Syarul bukan dari kalangan anggota senat, tetapi mereka yang datang dari kalangan universitas di luar Unsyiah.

 "Walaupun ada yang datang dari Unsyiah tapi bukan yang memiliki hak suara di Senat," kata Beni kepada AJNN usai deklarasi Syahrul.

Ia menilai mereka yang hadir menunjukkan cerminan kekuatan dari Syahrul yang lemah.

"Intinya dukungan bukan dari masyarakat umum, tapi senat dan menteri. Apalagi kesan publik menilai seperti layaknya Pilkada. terkesan show of force aspek dukungan politik dan moral dengan berbagai harapan yang mendukungnya," ujarnya.

Komentar

Loading...