Unduh Aplikasi

Begini Upaya Pemerintah Mendorong Sektor Perekonomian Berbasis Ekspor

Begini Upaya Pemerintah Mendorong Sektor Perekonomian Berbasis Ekspor
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Perindustrian setempat terus menggencarkan berbagai upaya untuk mendorong sektor perekonomian berbasis ekspor dari daerah tersebut ke luar negeri.

“Beberapa waktu lalu, dalam rangka meningkatkan produk ekspor perdagangan Aceh dengan Australi, kita mengadakan seminar dengan dihadiri oleh sejumlah elemen dan intansi penting pada kegiatan itu,” kata Kepala Dinas Perindustrian Aceh melalui Kabid Perdagangan Luar Negeri. T Satria Wira kepada AJNN, Selasa (1/9).

Dikatakan Wira, selain seminar juga dilaksanakan sejumlah program lain. Yakni, penerbitan dokumen ekspor atau dikenal dengan surat keterangan asal (SKA) di tengah Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

“Kita tetap melayani fasilitas tanda tangan dan stempel secara elektronik. Setiap para pelaku usaha yang ingin mengekpor, dapat memohon atau mengajukan penerbitan SKA tanpa harus tatap muka,” ujar Wira.

Wira menambahkan, pihaknya juga melakukan peningkatan pemanfaatan hasil kerjasama ekspor, salah satunya menyampaikan peluang kepada pelaku usaha dalam rangka peningkatan ekspor guna memanfaatkan kultur argument.

“Kita juga memiliki program desainer yang bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, artinya penciptaannya sesuai dengan permintaan pasar serta daya saing, kita melihat saat ini apa keinginan dari market yang dapat disesuaikan dengan produk di Aceh,” kata Wira.

Lanjut Wira, ada beberapa produk yang selama ini menyasar mutu dari Industri Kecil Menengah (IKM). Karena, dari sana banyak mutu yang bisa ditingkatkan, seperti misalnya “Hikmah Batik” yang sudah dilakukan pendampingan selama ini.

“Hikmah batik ini kita damping, supaya bukan hanya menghasilkan batik saja, akan tetapi juga menghasilkan lentera yang dipadukan dengan batik,” ungkapnya.

Menurut Wira, produk lain yang dilakukan peningkatan yaitu kopi, baik itu Kopi Gayo atau Aceh umumnya, tahun lalu (2019) pihanya sudah mempromosikan kopi tersebut ke Negara Rusia.

“Jadi selama ini fokus ekspor kita ke dua negara besar di dunia, yakni India dengan mengekspor Batu Bara dan CPO, dan kemudian Amerika, yang diekspor perikanan dan produk kopi,” jelasnya.

Selama Pandemi Covid-19, ekspor mengalami penurunan. Bukan karena tidak ada permintaan, akan tetapi daya beli yang sangat menurun.

“Misalnya kita katakan, semeseter satu tahun lalu kita bisa mengekspor kopi hingga Rp63 juta US Dolar, akan tetapi semester satu tahun ini (2020) hanya Rp44 juta US Dolar saja,” katanya.

Hal tersebut menurut Wira, terhaji karena negara tujuan mengalami penurunan daya beli, sehingga terpaksa menunda permintaan, kontrak yang harusnya ditanda-tangani sekarang malah ditunda menjadi Desember 2020 nanti.

“Begitu juga dengan ekspor batu bara terhambat, karena India saat ini mengalami lockdown total. Yang menjadi hambatan saat ini adalah Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya terus bekerja sama dengan bidang industru untuk mencari produk-produk baru yang bisa diekspor dan dipromosikan kembali ke luar negeri.

“Pada prinsipnya, kegiatan perdagangan ke luar negeri sekarang bisa dilakukan tanpa perlu adanya banyak birokrasi, artinya ini merupakan keterbukaan birokrasi,” imbuhnya.

Sebut Wira, pandemi Covid-19 mengajarkan hal baru, intinya jangan terpaku pada satu pasar saja, apabila negara tersebut terjadi pelemahan ekonomi, maka akan berdampak pada eksportir daerah.

“Oleh karena itu, setelah pandemi Covid-19 nanti. Saya melihat akan banyak orang mencari suplai, dan kita harus memanfaatkan itu, agar pelaku usaha dapat melakukan perluasan pasang pasarnya,” cetusnya.

 

Komentar

Loading...