Unduh Aplikasi

Begini Kronologi Bentrokan di Singkil

ACEH SINGKIL - Kerusuhan di Aceh Singkil berawal saat Organisasi Masyarakat (Ormas) melakukan aksi konvoi dari posko mereka di Kecamatan Simpang Kanan. Mereka berkonvoi menuntut pembongkaran gereja tanpa izin di kawasan itu.

Namun, sampai di Simpang Amal, massa yang berjumlah ribuan tersebut mulai pecah. Sebagian massa yang tak puas hanya dengan berkonvoi kemudian mulai melakukan pembongkaran terhadap sebuah gereja yang kebetulan terdapat di  Simpang Amal, Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah.

Pantauan AJNN di lokasi, massa yang jumlahnya terus bertambah dan mulai tak terkendali akhirnya membakar gereja tersebut dengan menggunakan bom molotov.

Usai membakar gereja itu, massa kembali ke posko di Kecamatan Simpang Kanan.

Namun dalam perjalanan, mereka kembali menemukan satu gereja tanpa izin di Dusun Dangguran Desa Kuta Kerangan, Kecamatan Simpang Kanan yang berjarak sekitar 500 meter dari jalan raya.

Massa kemudian berusaha mendekati gereja tersebut. Untuk mencapai lokasi gereja itu massa harus masuk melewati Desa Sianjo-anjo.

Di sanalah massa dihadang oleh aparat keamanan. Karena jumlah massa terlalu banyak, aparat keamanan mundur dan massa akhirnya berhasil memasuki desa tersebut.

Saat massa berada di desa tersebut, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah desa dan mengenai satu orang dari kalangan massa. Tembakan itu diduga menggunakan senjata rakitan.

Mendapatkan anggotanya meninggal, massa yang berjumlah ribuan itu marah dan melampiaskan kemarahannya kepada aparat keamanan dengan melempar batu dan merusak sedikitnya empat unit mobil aparat, termasuk satu unit mobil Dandim, serta kendaraan roda dua.

Dalam peristiwa itu, seorang meninggal dunia, dan tiga lainnya mengalami luka-luka dan seorang yang diduga anggota TNI juga menjadi korban terkena lemparan batu.

Saat ini konsentrasi massa masih di desa Sianjo-Anjo, tersebar di beberapa titik, seperti Sianjo-Anjo Atas dan Sianjo-Anjo Bawah.

| EDI

Komentar

Loading...