Unduh Aplikasi

Begal Beraksi di Meulaboh, Mahasiswi UTU Jadi Korban

Begal Beraksi di Meulaboh, Mahasiswi UTU Jadi Korban
Mauzilla Azzahra, saat berbincang dengan ibunya. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

BANDA ACEH - Mauzilla Azzahra (18), warga Desa Pasie Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, menjadi korban begal di Jalan Meulaboh-Tutut, tepatnya kawasan perbatasan antara Desa Ceukok Marek dan Pasie Jambu, Kamis (23/1) malam

Akibat peristiwa itu yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB itu, korban terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, karena mengalami luka-luka setelah sempat melakukan perlawanan dengan pelaku begal.

Kejadian itu terjadi ketika korban yang merupakan mahasiswa semester pertama Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh itu hendak pulang ke rumahnya. Ketika tiba di lokasi kejadian, tiba-tiba saja pelaku menghampirinya dan merampas telepon genggam korban yang disimpan di box sepeda motor yang dikendarainya itu.

"Saat itu saya dari arah Kota Meulaboh mau pulang, tepat daerah SMP 3 Kaway XVI perbatasan Pasie Jambu dan Marek saya lihat ada yang buntuti, saya sedikit bergeser ke pinggir ternyata HP saya dirampas yang saya simpan di box sepeda motor," kata Zilla.

Korban mengaku sempat mengejar pelaku, namun saat ban depan sepeda motornya hendak mendekati sepeda motor pelaku, tiba-tiba saja pelaku menendan ban motornya, sehingga korban terjatuh.

"Saya jatuh dan pingsan, kondisi saya luka-luka di kepala lengan dan kaki," ungkapnya.

Saat peristiwa terjadi, ia baru pulang dari rumah kawannya di kecamatan Meureubo untuk mengantarkan bahan administrasi kuliah. Saat pergi, ia mengaku memang sempat melintas jalan PDAM, namun saat kejadian ia pulang dari arah kota.

Menurutnya, pelaku yang diduga begal tersebut berjumlah dua orang, menggunakan pakaian berwarna gelap. Bahkan, kata dia, sesaat setelah telepon genggamnya dirampas, pelaku sempat tersenyum kepada korban, dan lalu langsung mengendarai dengan kecepatan tinggi.

"Kalau tidak salah saat itu pelaku mengendarai sepeda motor bermerek Scoopy, tapi nggak terlalu jelas juga. Karena setelah terhempas kejalan lantaran ban sepeda motor saya ditendang saya langsung pingsan dan sadar saat di Puskesmas," sebutnya.

Sementara itu orang tua korban, Abdul Rani, mengaku mengetahui anaknya korban begal setelah mendapat informasi dari warga sekitar yang mendatangi rumahnya.

Saat itu, kata dia, warga yang mendatanginyanya itu meminta untuk memastikan apakah sepeda motor yang terjatuh di jalan di kawasan perbatasan Pasie Jambu dan Cekok Marek tersebut miliknya.

"Lalu warga bilang kalau segera ke puskesmas karena korbannya sudah dilarikan ke Puskesmas, dapat kabar itu saya langsung ke lokasi, saat saya lihat motor ternyata benar motor anak saya," kata Abdul Rani.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...