Beda Pilihan Saat Pilkades, Satu Keluarga di Agara Diusir dari Rumah Kontrakan

Beda Pilihan Saat Pilkades, Satu Keluarga di Agara Diusir dari Rumah Kontrakan
Satu keluarga diusir dari rumah kontrakan karena diduga beda pilihan saat Pilkades serentak di Agara. Foto: AJNN/RIKI Octa.

ACEH TENGGARA - Satu keluarga Warga Desa Lawe Sumur Sepakat, Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara, Masri (56) dan istrinya Amanah (54) beserta satu orang anaknya harus menelan pil pahit "diusir" dari rumah yang dia kontrak.

Pengusiran itu dilakukan oleh pemilik rumah, setelah pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Agara beberapa waktu lalu.

Amanah, yang merupakan istri Masri mengatakan, rumah kontrakan itu sudah ia tinggali selama tiga bulan bersama keluarga. Ia juga mengaku dirinya dan keluarganya diusir dari kontrakan tersebut karena diduga beda pilihan dengan pemilik kontrakan berinisial JF. 

JF menurut Amanah merupakan salah seorang pendukung calon Kepala Desa (Kades) di desa Lawe Sumur Sepakat dan juga merupakan oknum Kepala sekolah di salah satu Sekolah Dasar di Aceh Tenggara.

"Sudah tiga bulan  kami sekeluarga menempati rumah kontrakan milik seorang oknum Kepala Sekolah ini," ungkap Amanah kepada AJNN, Rabu (21/7/2021). 

Kata Amanah, ia dan keluarga terpaksa pindah rumah diduga akibat tidak satu pilihan dengan oknum tersebut, padahal rumah itu adalah rumah yang disewakan. Amanah juga menduga pemilik rumah kecewa karena pihaknya tidak memenuhi keinginan pemilik kontrakan. 

Sebelum  Pilkades Serentak  di desa itu digelar, Amanah mengakui oknum Kepala sekolah yang merupakan pemilik rumah kontrakan itu mendatangi dan mempengaruhi dirinya untuk memilih salah satu calon Kepala Desa di desa itu.

Namun,  karena karena tak diaminkan oleh Amanah dan keluarganya, akhirnya seusai digelarnya Pilkades, nasib malang pun menghampiri keluarga Amanah, sehingga dia dan keluarganyaa diminta untuk meninggalkan rumah kontrakan milik JF.

"Mau bagaimana lagi disuruh pergi, ya kami harus pergi. Untuk sementara numpang dulu di tempat saudara," kata Amanah meneteskan air mata sembari mengangkat barang - barangnya.

Sementara itu, pemilik kontrakan, JF sekaligus Kepala Sekolah SD Negeri Cinta Maju yang berhasil dihubungi sejumlah wartawan, membenarkan adanya pemindahan salah satu penghuni di rumah kontrakannya. 

"Hal itu diakibatkan adanya tekanan dari pihak  saudara,  karena keluarga penghuni kontrakan tersebut tidak mau satu pilihan," singkatnya. 

|RIKI OCTA

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini

Umum
USK Jalin Kerja Sama dengan KPK

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala menjalin kesepakatan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya...