Unduh Aplikasi

Beda Perlakuan terhadap Juragan

Beda Perlakuan terhadap Juragan
ilustrasi: Letherwerks & Outlaws Hide

KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia harus segera memindahkan Samsuardi alias Juragan ke penjara lain. Langkah ini adalah sanksi atas tindakannya yang bebas keluar masuk Rumah Tahanan Calang, Aceh Jaya.

Juragan ditahan setelah pengadilan memutuskan bekas Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Nagan Raya itu bersalah atas kasus perusakan dan penyerobotan tanah. Dia resmi menjadi penghuni Rutan Calang awal Juni lalu, sesuai permintaannya.

Pemilihan tempat yang tak jauh dari rumahnya itu ternyata dimanfaatkan Juragan untuk berlaku curang. Juragan diduga kerap keluar masuk penjara dengan menyuap para sipir. Sampai akhirnya Juragan tertangkap basah berada di dalam kendaraan pribadinya di luar penjaga. Padahal dia baru menjalani hukuman selama dua bulan.

Anehnya, Kepala Rutan Calang, Katimin, mengaku tak tahu kebiasaan buruk Juragan itu. Ini jelas sebuah alasan yang dibuat-buat. Sebagai kepala penjara, sulit mempercayai pernyataan Katimin yang tak mendapatkan laporan tentang keberadaan Juragan.

Kasus ini hendaknya menjadi pelajaran bagi Kemenkumham Aceh. Ketidakmampuan penjara menjaga agar para narapidana tetap berada di balik penjara harusnya tidak terus berulang. Ditambah lagi, banyak kasus kekerasan di dalam penjara yang dipicu oleh ketidakadilan yang dirasakan oleh narapidana lain; mereka yang tak berduit.

Kepolisian juga hendaknya mengusut kasus ini sepenuh hati. Termasuk menyeret orang-orang di Kemenkumham yang terlibat dalam pengaturan “jadwal keluar” bagi narapidana. Dengan demikian, upaya kepolisian dalam menangkap para narapidana tidak sia-sia oleh aksi oknum pegawai Kemenkumham yang mencoba mencari keuntungan pribadi.

Kepala Kemenkumham Aceh Agus Toyib juga tidak perlu menutup-nutupi kasus ini. Dia harusnya menjadikan kasus ini sebagai momentum untuk membersihkan penjara dari oknum aparat negara bermental korup. Termasuk juga dugaan adanya suap dari kepala penjara untuk mendapatkan jabatan.

Aksi bersih-bersih ini bukan hanya karena jaksa memergoki Juragan. Tindakan korup ini kerap kali dilakukan oleh oknum sipir dan pejabat di Kemenkumham. Mereka memanfaatkan kekuasaan mereka yang kecil untuk mengurangi upaya penegakan hukum dan pemberian efek jera. Apalagi, orang-orang semodel Juragan cukup banyak dan kerap dijadikan “mesin penghasil uang”.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...