Unduh Aplikasi

Beda Arah PA-PAN

Beda Arah PA-PAN
Ilustrasi: gugenheim bilbao

GENDERANG Pemilihan Kepala Daerah 2022 mulai bersahut. Adalah Ketua Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh, Mawardi Ali, menyatakan diri siap mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada pilkada itu. 

Sebelumnya, Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf alias Mualem telah didaulat untuk maju pada Pilkada 2020 dalam rapat pimpinan partai. Namun, Partai Aceh meminta Mualem menggandeng kader sendiri sebagai calon. 

Partai Aceh tentu tak ingin gagal dua kali. Pada pemilu lalu Mualem kalah. Salah satu penyebabnya, setidaknya yang disebut-sebut oleh kader PA, adalah Mualem salah menggandeng calon wakil gubernur. Menggandeng kader luar partai untuk kedua kalinya tentu bukan pilihan yang bijak. 

PAN sendiri adalah partai yang masuk dalam Koalisi Aceh Bermartabat. Ini adalah koalisi gemuk terdiri dari tujuh partai politik lokal dan nasional, yakni Partai Nanggroe Aceh, Partai SIRA, PAN, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Keadilan, Persatuan Indonesia dan Partai Aceh sebagai pendulumnya.

Kekuatan PAN di Aceh jelas tak bisa dipandang sebelah mata. Partai ini memiliki kader-kader andal yang layak bertarung dan memimpin Aceh 2022. Sejarah PAN Aceh juga menunjukkan kader-kader yang diakui kepemimpinannya di tingkat Aceh dan nasional. 

Dengan sejarah panjang, dan peluang untuk menang di Pilkada 2020, tentu wajar jika Mawardi, sang ketua, memasang target tinggi pada perhelatan demokrasi itu. Bahkan Mawardi menargetkan banyak kemenangan di pilkada dan pemilu berikutnya. 

Tiga kursi untuk DPR RI, 10 kursi di tingkat DPR Aceh dan menjadikan pimpinan DPRK di beberapa daerah kabupaten/kota di Aceh jelas bukan target ecek-ecek. Ini butuh keseriusan dan ketepatan dalam melangkah. Tetap berada di bawah bayang-bayang PA, seperti berlangsung selama ini, jelas tidak akan menguntungkan PAN.

Komentar

Loading...