Bebat Korupsi Tsunami Cup 

Bebat Korupsi Tsunami Cup 
Ilustrasi: CBSC.

BADAN Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh menyelesaikan audit perhitungan kerugian keuangan negara terhadap penyelenggaran Solidarity Cup 2017. Hasilnya tak sulit ditebak; ditemukan kerugian negara dari penyelenggaran even ini sebesar Rp 2,8 miliar. 

Angka tersebut dihasilkan oleh koordinasi dan kolaborasi auditor investigasi BPKP Aceh dan Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Total anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan, yang katanya, peringatan bencana ganda 2004, gempa bumi dan tsunami di Aceh itu mencapai Rp 5,4 miliar. 

Memang butuh waktu lebih lama bagi kejaksaan untuk menggulirkan kembali pemeriksaan dugaan korupsi dalam perhelatan yang digelar tak lama setelah Irwandi Yusuf, bekas Gubernur Aceh, dilantik. Ketua panitianya adalah adik kandung Irwandi, Zaini Yusuf. 

Namun hasil audit ini hendaknya menjadi pelumas agar pemeriksaan dugaan korupsi dalam kegiatan ini tak lagi tersendat. Kejaksaan harus memastikan bahwa perkara ini bukan sekadar bluffing yang tak jelas juntrungnya. 

Memperingati tsunami dengan olahraga memang memang tak melanggar aturan agama dan negara. Namun saat ajang olahraga malah dijadikan bancakan korupsi, itu yang haram dan melanggar aturan negara.

Karena pada saat yang sama, masih banyak penyintas gempa bumi dan tsunami 2004 yang belum mendapatkan rumah atau tinggal terkatung-katung karena tanah dan rumah mereka lenyap disapu air bah. Mereka adalah penyintas yang luput dari perhatian Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias. 

Baca Selanjutnya...
Halaman 12

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini