Unduh Aplikasi

Bea Cukai Musnahkan 59 Ton Bawang Merah dan 359.852 Batang Rokok Ilegal

Bea Cukai Musnahkan 59 Ton Bawang Merah dan 359.852 Batang Rokok Ilegal
Pemusnahan barang bukti sitaan di Komplek Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Lhokseumawe melakukan pemusnahan terhadap 6.568 karung atau 59 ton bawang merah ilegal di kawasan Komplek Pelabuhan Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (12/9).

Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara ditimbun ke lubang tanah yang sudah digali menggunakan alat berat agar tidak menyebar bau busuk dan aroma tak sedap di lingkungan masyarakat lalu kemudian di bakar.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Safuadi mengatakan, bawang merah impor ilegal yang dimusnahkan tersebut merupakan sitaan atau barang bukti tindak pidana kepabeanan di bidang impor Kapal Motor Chantika GT 53 nomor 972/QQb berbendera Indonesia berupa bawang merah sebanyak 4.232 karung atau sekitar 38 ton.

“Kemudian barang sitaan dari Kapal Motor Alif GT 25 nomor 385/QQm berbendera Indonesia berupa bawang merah sebanyak 2.336 karaung atau sekitar 21 ton,” katanya disela-sela kegiatan pemusnahan.

Sementara itu, barang bukti rokok illegal yang dimusnahkan yakni jenis Luffman, sakura dan sejumlah jenis lainnya sebanyak 359.852 batang atau 26 karung. Barang bukti itu merupakan hasil sitaan sejak awal Januari hingga September 2019.

“Kerugian yang ditimbulkan atas impor bawang merah illegal serta rokok tersebut yakni. Untuk materil berupa potensi penerimaan Negara yang tidak tertagih dari bea masuk, pajak dalam rangka impor dan cukai yaitu sebesar Rp797.293.831,” ungkapnya.

Lanjutnya lagi, sedangkan kerugian immaterial yang ditimbulkan apabila bawang merah impor ilegal yang tidak melalui proses tindakan karantina ini beredar adalah dapat membahayakan kesehatan konsumen dapat menyebarkan virus atau bibit penyakit atau dapat menganggu kelangsungan produksi oleh petani bawang merah di dalam negeri.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...