Unduh Aplikasi

Bea Cukai Musnahkan 3000 Karung Bawang Ilegal di Langsa

Bea Cukai Musnahkan 3000 Karung Bawang Ilegal di Langsa
Pemusnahan 3000 Karung Bawang Ilegal di Langsa. Foto: Ist

LANGSA - KPPBC TMP C Kuala Langsa melakukan pemusnahan sebanyak 3.000 karung bawang ilegal hasil tindak pidana kepabeanan di bidang impor, Jum'at (30/8).

Pemusnahan bawang ilegal tersebut dilakukan di Kompi 2 Batalyon B Pelopor Brimob, Aramiyah, Aceh Timur.

Kasubsi Penyidikan KPPBC TMP C Kuala Langsa, Doddy Agus Teguh yang dikonfirmasi AJNN menyebutkan, bawang ilegal yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil tangkapan Rabu (14/8) lalu di perairan Aceh Tamiang.

Kata Doddy, pemusnahan dilakukan dengan cara dilindas menggunakan alat berat lalu dimasukkan ke dalam lubang kemudian disiram dengan solar dan terakhir ditutup dengan ditimbun tanah.

"Nilai barang bukti yang dimusnahkan hari ini diperkirakan sebesar Rp. 722 juta rupiah. Atas upaya penyelundupan barang ilegal tersebut diperkirakan kerugian negara dari sektor perpajakan berjumlah Rp. 252 juta lebih," kata Doddy.

Baca: Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 3000 Karung Bawang Ilegal di Aceh Tamiang 

Selain memusnahkan barang bukti, kata Doddy, dalam kasus penyelundupan bawang ilegal tersebut, pihaknya telah menetapkan tiga anak buah kapal KM. Tetap Semangat-1 GT.20 sebagai tersangka.

Tiga ABK itu yakni, JS (23), M (38), dan P (22). Ke-tiganya saat ini telah dititipkan di Lapas Kelas II B Langsa.

Mereka, kata Doddy, akan dikenakan sanksi hukum sebagai pelaku tindak pidana kepabeanan di bidang impor sebagaimana diatur dalam Pasal 102  huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

"Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara minimal satu tahun dan maksimal sepuluh tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp 50 juta," ungkapnya.

Alat berat sedang menggiring bawang ilegal untuk ditimbun ke dalam tanah. Foto: Ist

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...