Unduh Aplikasi

Bea Cukai Langsa Musnahkan Olahan Makanan Senilai Rp 612 Juta  

Bea Cukai Langsa Musnahkan Olahan Makanan Senilai Rp 612 Juta  
Petugas Bea Cukai Langsa sedang melakukan pemusnahan BMN di halaman kantor Bea Cukai setempat. Foto : For AJNN.

LANGSA - Bea Cukai Langsa melakukan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) berupa 1.535 karton olahan makanan dengan perkiraan nilai sebesar Rp 612 juta.

Pemusnahan berlangsung di kantor Bea Cukai Langsa, Kamis (10/12). Dari BMN tersebut kerugian negara diperkirakan sebesar Rp 236 juta.

Kasi KIP KPPBC TMP C Kuala Langsa, Iwan Kurniawan yang dikonfirmasi AJNN mengatakan, BMN berupa olahan makanan yang dimusnahkan hari ini merupakan barang bukti hasil penindakan tim patroli darat Bea Cukai 
Langsa pada tanggal 29 Juli 2020 lalu.

Pada 30 Juli 2020, kata Iwan, BMN tersebut telah diterbitkan Keputusan 

Kepala KPPBC TMP C Kuala Langsa nomor: KEP 95/WBC.01/KPP.MP.05/2020 tentang penetapan barang hasil penindakan menjadi Barang yang Dikuasai Negara (BDN) oleh unit Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Kuala Langsa. 

Berdasarkan Pasal 103 huruf (d) UU RI Nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan 
menyebutkan bahwa menimbun, menyimpan, memiliki, membeli, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang impor yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 dipidana dengan pidana penjara paling singkat dua tahun.

"Selain itu pidana penjara paling lama delapan tahun atau denda maksimal Rp 5 miliar," sebut Iwan.

Selanjutnya, sambung Iwan, sesuai dengan Surat Keputusan Kepala KPPBC TMP C Kuala Langsa nomor: KEP-101/WBC.01/KPP.MP.05/2020 tanggal 31 Agustus 2020 hal penetapan barang yang menjadi milik negara.

"Maka Direktur Jenderal Kekayaan Negara atas nama Menteri Keuangan Republik Indonesia menerbitkan Surat nomor S-251/MK.6/KN.5/2020 tanggal 1 Desember 2020 perihal persetujuan pemusnahan barang yang menjadi milik negara pada KPPBC TMP C Langsa," ujarnya.

Iwan menjelaskan, pemusnahan BMN dilaksanakan dengan cara mengeluarkan olahan makanan dari kemasannya kemudian dirusak sampai berubah bentuk secara simbolis oleh para perwakilan undangan. 

"Selanjutnya BMN berupa olahan makanan yang dimusnahkan dibawa ke TPA Jambo Labu, Aceh Timur untuk menghilangkan fungsinya sehingga tidak memiliki nilai ekonomi dan nilai jual," ungkap Iwan.

Bea Cukai Langsa, kata Iwan, berharap dengan diadakanya pemusnahan BMN berupa olahan makanan eks pelanggaran dibidang Kepabeanan ini, masyarakat dapat teredukasi serta menghindari untuk membeli maupun mengkonsumsi barang-barang ilegal. 

"Ke depannya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Bea Cukai Langsa akan terus meningkatkan kegiatan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat," tambahnya.

Komentar

Loading...