Unduh Aplikasi

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,8 Kg Sabu dari Tiongkok

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,8 Kg Sabu dari Tiongkok
Ilustrasi. Foto: Net.
BANDA ACEH - Tim gabungan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Jakarta Utara bersama Polda Metro Jaya menggagalkan penyeludupan narkotika jenis Methampetamine atau sabu yang berasal dari Tiongkok seberat lebih kurang 3,8 kilo gram. Barang haram itu dikirim melalui pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (11/8).

Berdasarkan siaran pers yang diterima AJNN, dari hasil analisa intelijen terdapat satu partai importasi LCL yang dilakukan oleh seseorang berinisial JMT, berupa barang kiriman 97 buah tas wanita dengan negara asal Tiongkok.

Adapun modus operandi yang dilakukan yaitu dengan menyeludupkan Methampetamine (Sabu) tersebut ke dalam tas wanita yang dikirim itu. Kemudian dari total 97 buah tas, 38 buah terdapat sabu-sabu dimana masing-masing tas berisi dua bungkus sabu, sehingga total sabu yang ditemukan sebanyak 76 bungkus dengan berat total 3,8 Kg.

Dalam pencegahan ini, tim gabungan melakukan penyelidikan dengan melacak keberadaan pelaku sesuai data atau dokumen manifest. Hasilnya, ternyata alamat yang tertera dalam dokumen tersebut merupakan alamat fiktif sehingga pemilik barang belum bisa ditemukan. Kemudian barang bukti diserahterimakan kepada pihak Polda Metro Jaya untuk dilkukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Tindakan yang dilakukan importir tersebut diduga merupakan pelanggaran Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, pasal 113 ayat 1 dan 2 dimana setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan I, maka akan dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, atau pidana denda paling minimal sebesar Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

Dalam hal perbuatan memproduksi, mengekspor serta menyalurkan narkoba golongan I sebagaimana ayat 1, jika dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 kg atau lebih dari 5 batang pohon dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram, pelaku akan terkena sanksi pidana dengan pidana mati, seumur hidup dan pidana penjara 5 sampai 20 tahun, kalau melalui pidana denda sebesar sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan ditambah sepertiga.

Dengan digagalkan upaya penyelundupan barang larangan tersebut, DJBC dan Polda Metro Jaya telah menyalamatkan sekitar 19.000 orang generasi muda Indonesia, dengan perhitungan 1 gram Methampetamine dikonsumsi oleh 5 orang. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang baik antara DJBC dengan instansi lain seperti Polda Metro Jaya untuk terus menjaga generasi muda dari bahayanya narkoba.

Ditjen BC bersama Polri akan terus bekerja sama dalam upaya untuk melakukan pengawasan dan pencegahan masuknya narkotika di wilayah Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan instruksi Presiden terkait pemberantasan peredaran narkoba serta melindungi masyarakat dari bahaya yang timbulkan pada pengunaan barang haram tersebut.

Komentar

Loading...