Unduh Aplikasi

BBM Solar Subsidi Langka, DPRK Aceh Utara Minta Pertamina Buka Mata

BBM Solar Subsidi Langka, DPRK Aceh Utara Minta Pertamina Buka Mata
Sejumlah anggota DPRK Aceh Utara saat melakukan pertemuan dengan perwakilan pihak PT Pertamina terkait kelangkaan BBM jenis Solar subsidi di Gedung dewan setempat, Rabu (23/10) siang. Foto: AJNN.Net/Safrizal.

ACEH UTARA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Utara meminta pihak PT Pertamina membuka mata terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar bersubsidi yang terjadi disejumlah kawasan Aceh Utara.

Hal tersebut diungkapkan anggota DPRK Aceh Utara dalam pertemuan dengan perwakilan pihak PT Pertamina di Gedung dewan setempat, Rabu (23/10) siang.

Wakil Ketua I DPRK Aceh Utara, Hendra Yuliansyah meminta pihak PT Pertamina dan pihak terkait membuka mata terkait persoalan kelangkaan BBM Solar subsidi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini.

"Bapak tinggal dimana?," tanya Hendra kepada pihak perwakilan PT Pertamina dalam rapat pertemuan.

"Saya tinggal di Lhokseumawe," jawab salah seorang perwakilan PT Pertamina.

Alasan dirinya bertanya hal tersebut untuk memastikan apabila yang bersangkutan ada melintas di SPBU.

"Apakah pihak PT Pertamina pernah turun kelapangan. "Lihat saja saja di SPBU Kutablang selalu kendaraan antrian panjang hingga menganggu pengguna jalan yang melintas," kata Hendra Yuliansyah.

Hendra mengaku sedikit kecewa dengan jawaban pihak perwakilan PT Pertamina dalam pertemuan tersebut. Dimana jawaban pihak PT Pertamina terlalu bertele-tele dengan regulasi tanpa angka pasti. 

"Tidak disebutkan berapa jumlah kouta penyaluran untuk wilayah Aceh Utara. Artinya kami ingin langsung pada penindakan untuk mengambil langkah kelangkaan BBM ini secepatanya," ujar Kader Demokrat itu.

Baca: Dua Kali Dipanggil DKPP Lhokseumawe, Pertamina Belum Mau Hadir

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Utara Anzir menyebutkan terkait persoalan kelangkaan BBM Solar subsidi, dirinya meminta agar PT Pertamina melakukan evaluasi dan mengkaji ulang terkait pengawasan pendistribusian BBM ke SPBU.

"Kami selaku wakil rakyat rakyat bertanggung jawab atas tuntutan BBM subsidi yang susah di peroleh masyarakat Aceh Utara," terangnya.

Anzir mengharapkan pihak PT Pertamina jangan mengelak diri, harus segera mangambil langkah tegas. 

"Kita duduk disini untuk berdiskusi mencari sebuah solusi terbaik. Kami tidak akan tinggal diam, dalam waktu dekat kami akan panggil dinas terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini," tegasnya.

Perwakilan PT Pertamina, Zulfirman, Unit Meneger Rayon Aceh mengatakan, dalam pertemuan dengan pihak DPRK ada beberapa poin yang disepakati terkait kelangkaan BBM Solar subsidi yang di sampaikan anggota dewan.

Adapun poin tersebut adalah evaluasi pendistribusian dan eksekusi pengawasan. Untuk itu, pihaknya akan segera berkordinasi dengan Depot Pertamina Lhokseumawe dan melakukan evaluasi ke lapangan khususnya Aceh Utara.

"Sesuai realisasi harian untuk tahun 2018 sudah kami sesuikan. Malah jumlah tersebut mengalami peningkatan 11 persen," jelasnya.

Zulfirman mengaku untuk Aceh Utara sendiri kurang lebih ada 300 pangkalan SPBU yang tersebar.

"Sistem di SPBU itu deposit, jadi kami salurkan sesuai kebutuhan permintaan," sebutnya.

Terkait antrian panjang kendaraan di sejumlah SPBU, menurutnya itu kemungkinan karena akhir tahun. Namun hasil surve pihaknya, jumlah penjualan paling banyak di SPBU yakni antara mangrip ke malam.

"Kalau antrian terjadi pada siang hari itu harus kami pertanyakan, kami terbuka dan untuk SPBU tersebut, dan akan kami evaluasi dan lihat lagi," ujarnya.

Komentar

Loading...