Unduh Aplikasi

Baru Semenit Bebas, Pemerkosa Anak Dibawah Umur di Aceh Utara kembali Ditangkap

Baru Semenit Bebas, Pemerkosa Anak Dibawah Umur di Aceh Utara kembali Ditangkap
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Juanda (25), warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara kembali ditangkap jajaran Polres Aceh Utara, Jumat (4/10)

Pemuda yang dipenjara karena sebelumnya terlibat kasus pemerkosaan anak di bawah umur ditangkap semenit setelah dibebaskan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lhoksukon.

Menurut informasi yang dihimpun AJNN, Kuasa Hukum Juanda, Herliana sempat menyatakan keberatan pada eksepsinya jika kliennya dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, terutama karena Aceh memberlakukan qanun tentang hukum jinayat.

Baca: Perkosa Anak di Bawah Umur, Warga Aceh Utara Ditangkap Polisi

Selain itu, berdasarkan putusan sela, Pengadilan Negeri Lhoksukon tidak berwewenang mengadili perkara tersebut, oleh sebab itu Jaksa Penuntut Umum, melimpahkan kembali perkara tersebut ke Mahkamah Syariah.

Selain itu, hakim juga memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan. Namun JPU sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangkapnya kembali, usai dibebaskan oleh pihak Lapas Kelas II B, guna untuk menjalankan hukum jinayat yang peradilannya akan dilaksanakan di Mahkamah Syariah Lhoksukon.

“Iya kembali ditangkap semenit setelah dieksekusi bebas demi hukum,” kata Kuasa Hukum Juanda, Herliana saat dikonfirmasi AJNN.

Saat ditanyakan langkah apa yang akan diambil oleh kuasa hukum ke depan, Herliana menjawab, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim dulu, karena penangkapan baru dilakukan hari ini dengan dugaan melanggar qanun.

“Jadi kami koordinasi dulu, baru bisa mengambil langkah apa, sejauh ini belum tau langkah apa yang kami ambi,” imbuhnya.

Dikabarkan sebelumnya, seorang pemuda berinisial J (25) asal Kecamatan Baktiya, Aceh Utara ditangkap polisi atas kasus pemerkosaan seorang pelajar berinisial I (15) warga Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Jumat (21/6).

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah, menyebutkan peristiwa itu terjadi pada 14 Juni 2019 sekitar pukul 24.00 WIB di rumah korban. Pelaku mendatangi rumah korban dan meminta korban untuk keluar rumah dengan alasan mau berbicara.

Sebelumnya, pada hari raya Idul Fitri lalu, 5 Juni 2019, pelaku bersama teman-temannya memergoki korban sedang pacaran. Saat itu, handphone korban disita pelaku. “Dia datang ke rumah korban untuk bicara masalah handphone itu.

Sebelum mencabuli korban, dia mengancam, kalau korban diam saja, dia akan kembalikan handphone dan masalah kepergok dengan pacar itu selesai,” sebut Iptu Rezki, Sabtu (22/6).

iPustakaAceh

Komentar

Loading...