Unduh Aplikasi

Baru Sebulan Difungsikan, Terminal Tipe A Meulaboh Kembali Terlantar

Baru Sebulan Difungsikan, Terminal Tipe A Meulaboh Kembali Terlantar
Terminal Tipe A Meulaboh yang difungsikan pada September 2019 lalu kembali ditutup. Foto: AJNN/Darmansyah

ACEH BARAT - Terminal Tipe A, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat yang berada di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo kembali terlantar sejak Oktober 2019 lalu usai diresmikan pertengahan September 2019.

Padahal, terminal terpadu yang terdiri dari sarana transportasi umum untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), serta angkutan Antar Desa (Angdes) itu sempat beroperasi pada Kamis, 19 September 2019 lalu setelah terlantar selama lima tahun usai dibangun.

Terminal dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 25 miliar. Saat itu peresmian pemungsian dilakukan oleh Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) wilayah I Aceh, Yusuf Nugroho didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten setempat, Tarfin.

Terminal itu kembali tidak berfungsi karena awak angkutan tidak mau pindah ke lokasi terminal baru yang terintegrasi dengan angdes tersebut

Kepala Dishub Aceh Barat, Tarfin mengatakan para awak angkutan baik AKDP maupun AKAP tidak mau pindah ke terminal. Alasannya jalan yang sempit dan rusak, meski sebelumnya pihaknya pernah melakukan sosialisasi.

"Jadi kami sudah sosialisasi, saat itu sebagian awak angkutan sudah bersedia, dan sebagian belum. Namun karena jalan sempit dan rusak sehingga mereka urung," kata Tarfin.

Baca: Lima Tahun Terlantar, Terminal Tipe A Meulaboh Mulai Difungsikan

Agar terminal yang dikelola langsung di bawah BPTD Wilayah I Aceh, Direktorat Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan itu bisa segera berfungsi, Pemkab Aceh Barat telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 4 miliar untuk pembebasan lahan.

Pembebasan lahan untuk perluasan jalan tersebut, akan dilakukan pada tahun 2020 ini dengan panjang jalan yang akan dilebarkan sepanjang 1,2 kilo meter mulai dari Simpang RGM hingga terminal.

"Terminal itu terlantarnya sekitar satu bulan pascadiresmikan. Jadi agar segera berfungsi kami akan akan segera bebaskan lahan, anggaran sudah disediakan Rp 4 miliar," ungkapnya.

Tarfin menuturkan untuk pelebaran jalan kemungkinan akan dibangun pada tahun 2021 mendatang dan dibangun dua jalur menuju terminal itu. Jika jalan telah tuntas dibangun, maka semua angkutan akan segera dipindahkan ke terminal tersebut, dan terminal lama yang berada di Jalan Singgah Mata, Meulaboh segera dialih fungsikan.

Menurut informasi yang diperoleh Rarfin, lahan terminal lama yang akan dibangun mall skala besar di Meulaboh, dan saat ini calon propertinya juga telah ada.

"Lahan terminal lama nanti akan dialih fungsikan, pastinya untuk apa saya tidak tahu. Tapi katanya untuk mall dan propertinya sudah ada. Bahkan sudah siap DED (Detail Engenering Design-red) nya info saya dapat," ungkapnya.

Komentar

Loading...