Unduh Aplikasi

Baru Dua Orang Nakes di Puskesmas Jaya Baru yang Divaksin

Baru Dua Orang Nakes di Puskesmas Jaya Baru yang Divaksin
Petugas vaksinator melakukan uji screening kepada salah seorang nakes di UPTD Puskesmas Jaya Baru, Rabu (27/1/2021). Foto: AJNN/Indra Wijaya

BANDA ACEH - Gelombang pertama distribusi penyuntikan vaksin virus corona (Covid-19) buatan Sinovac di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Jaya Baru, dari 200 vaksin Covid-19 yang disalurkan, hanya dua tenaga kesehatan yang telah disuntik.

Penanggung Jawab UPTD Puskesmas Jaya Baru, Rina Arlini SKM, M.Kes mengatakan, pihaknya menerima distribusi 200 dosis vaksin virus corona itu pada Senin (18/1). 

"Rabunya kita langsung melakukan proses penyuntikan vaksin," kata Rini saat ditemui AJNN di UPTD Puskesmas Jaya Baru, Rabu (27/1/2021).

Ia mengatakan, pada penyuntikan tahap awal, ada sebanyak 45 nakes yang melakukan screening di Puskesmas tersebut.

"Dari 45 itu, yang lanjut ke vaksinasi baru saya sendiri," ungkapnya.

Hingga hari ini, kata Rini, ada enam nakes yang melakukan screening dan hanya satu orang saja yang lanjut ke proses vaksinasi.

"Total dua nakes yang baru disuntik vaksin di Puskesmas Jaya Baru," ujarnya.

Ia mengatakan, sedikitnya nakes yang baru disuntik vaksin di Puskesmas tempat ia bekerja, dikarenakan saat melakukan uji screening banyak dari nakes itu memilik penyakit bawaan.

"Jadi tidak bisa lanjut ke vaksinasi. Karena yang gula darahnya tinggi," jelasnya.

Jika dulu, kata Rini, nakes hadir langsung bisa divaksinasi. Namun untuk vaksin Covid-19, dia harus dilakukan uji screening terlebih dahulu.

"Jadi kita membawa e-tiket dan melakukan pendaftaran ulang di meja satu. Pas dilakukan uji screening, dia ditanya riwayat penyakitnya. Tidak sert-merta begitu datang langsung divaksin," ungkapnya.

Meski begitu, ia mengatakan para nakes itu memiliki antusias untuk disuntik vaksin Covid-19. 

Mawardi salah satunya. Ia mengatakan memang ingin disuntik vaksin, lantaran menurutnya melalui vaksin itu adalah salah satu upaya mencegah penularan Covid-19.

"Memang mau divaksin. Karena ini langkah untuk menghentikan penyebaran Covid-19 biar imune juga lebih kuat," tuturnya.

Komentar

Loading...