Unduh Aplikasi

Barisan Muda Islam Aceh: Polisi Jangan Lindungi Ahok

Barisan Muda Islam Aceh: Polisi Jangan Lindungi Ahok
Demonstrasi menuntuk Polri mengusut kasus penghinaan agama oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di depan kantor Polda Aceh. Foto: Hendra Keumala

BANDA ACEH - Ratusan aktivis Barisan Muda Islam Aceh mendesak pihak kepolisian segera menangkap Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Gubernur Jakarta ini harus diusut atas dugaan penistaan agama yang dilakukannya saat berkunjung ke Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), 11 Oktober 2016, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghina Al Quran,” kata Hasrizal, koordinator aksi yang dilangsungkan di depan kantor Kepolisian Daerah Aceh, Kamis (3/11).

Barisan Muda Islam Aceh menilai Ahok menghina dan mengebiri kebhinekaan dan mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia. Massa juga menilai Ahok merusak nilai-nilai toleransi dan mengancam kerukunan kehidupan beragama di Indonesia.

Massa yang berasal dari berbagai organisasi Islam tersebut bergerak dari Masjid Oman, Lamprit, menuju Polda Aceh sekitar pukul 14.00 WIB mengendarai sepeda motor dengan membawa spanduk.

Hasrizal juga meminta kepolisian tidak melindungi Ahok dengan mengulur-ulur waktu pemeriksaan terhadap Ahok. Menurut dia, semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata hukum.

“Ini bukan karena dia Cina atau beragama Kristen. Ini semata-mata karena tindakan dia yang menghina ayat 51 di surat Almaidah. Sekali lagi kami tegaskan, polisi jangan membawa-bawa hal ini di luar aturan hukum. Polisi harus netral. Ahok atau siapa saja di republik ini adalah sama di mata hukum,” kata Hasrizal.

Selain mendesak pihak kepolisian, massa juga mendesak presiden untuk tidak mengintervensi dan menghalang-halangi proses hukum terhadap Ahok. Apalagi sampai mengerakkan lembaga negara untuk melindungi Ahok

"Sudah seharusnya presiden memberikan contoh yang baik terhadap proses penegakan supremasi hukum dan menjamin setiap warga untuk perlakukan yang sama,” kata Hasrizal. "Demi tercapainya rasa keadilan, hukum harus ditegakkan walau langit runtuh. Persatuan harus diutamakan agar senantiasa mendapat kemuliaan."

Komentar

Loading...