Unduh Aplikasi

Banyak Provokasi, PA Aceh Jaya Siapkan Kuasa Hukum  

Banyak Provokasi, PA Aceh Jaya Siapkan Kuasa Hukum  
 
ACEH JAYA - Komite Pemenangan Partai Aceh (KPPA) Aceh Jaya telah menunjukkan T.Kamaruzzaman yang merupakan bekas juru runding Gerakan Aceh Merdekan (GAM), Kamaruddin, Fadjri Aidit dan Mardiati sebagai tim kuasa hukum mereka. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan tindakann hukum atas semua aspek terjadinya pidana pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh Jaya 2017 mendatang, baik pidana umum dan UU ITE serta peraturan lainnya.
 
Juru Bicara Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Aceh Jaya, Azis Muhajir mengatakan, keberadaan kuasa hukum pihaknya tersebut bukan untuk mengancam proses demokrasi dalam Pilkada Aceh Jaya, melainkan sebagai bentuk komitmen Partai Aceh dalam mewujudkan pilkada damai dengan menjunjung tinggi penegakan hukum. Dan sebagai pendidikan politik bagi masyarakat serta lembaga-lembaga yang selama ini aktif memantau proses pilkada di Aceh Jaya. 
 
"Banyaknya dinamika politik dan hukum berkembang di dalam masyarakat Aceh Jaya, terutama di media massa, media online, media sosial serta sarana dan pihak lainnya terhadap Partai Aceh serta kandidat yang di usung Partai Aceh dalam kontestasi politik pilkada ini," kata Azis Muhajir dalam rilisnya kepada AJNN usai melaksanakan konferensi pers, Kamis (15/12).
 
Kata Muhajir, berdasarkan Surat Keputusan (SK) nomor 037/KPPA/AJ/XII-2016 tentang penunjukan tim kuasa hukum KPPA Aceh Jaya, tim telah bekerja mengindetintifikasi beberapa perbuatan hukum baik yang berupa pelanggaran kampanye dan perbuatan pidana umum yang ditujukan kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati dari Partai Aceh. 
 
Muhajir menjelaskan, beberapa perbuatan yang telah pihaknya catat dan identifikasi berupa provokasi-provokasi negatif yang ditujukan kepada pihaknya, penyerangan langsung dengan menuding paslon yang di usung Partai Aceh melakukan pemalsuan terhadap persyaratan berupa Ijazah dan keabsahan legalisir Izajah oleh partai pengusung, beredarnya selebaran gelap yang mengatasnamakan Partai Aceh yang diberitakan oleh beberapa media online di Aceh, pembusukan melalui media sosial yang ditujukan kepada Partai Aceh dan pasangan calon yang di usung Partai Aceh.
 
"Dalam hal ini Kami mengidentifikasi ada 15 akun yang telah kami lakukan periksa kepemilikanya. Begitu juga dengan 15 akun media sosial facebook telah kami identifikasi dan akan segera kami laporkan kepada pihak kepolisian," ujarnya.
 
Pihaknya juga mengimbau dan mendesak pihak-pihak yang ikut dan berkepentingan dalam penyelenggaraan pilkada di Aceh Jaya agar tidak melakukan provokasi, baik langsung maupun tidak melalui opini serta laporan-laporan yang tidak mendasar dengan tujuan untuk pembunuhan karakter dan pembusukan atas Partai Aceh atau paslon yang di usung Partai Aceh sendiri maupun partai pendukung lainnya.

Komentar

Loading...