Unduh Aplikasi

Banyak Masalah Ketimbang Maslahah

Banyak Masalah Ketimbang Maslahah
Ilustrasi: batamnews

PROSES ganti rugi untuk warga Dusun Geulanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, harusnya tidak berlangsung lama. Manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 dan 2 harusnya bisa memastikan hal ini tidak bertele-tele.

Manajemen juga hendaknya tidak membiarkan masyarakat berdemonstrasi menuntut hak mereka. Apalagi, warga menganggap hingga kini tidak ada kejelasan tentang penggantian kerugian yang mereka alami akibat beroperasinya pembangkit listrik berbahan bakar batu bara itu.

Warga di sekitar areal PLTU wajar resah dan marah. Sejak keberadaan PLTU itu, mereka lebih banyak mengalami masalah ketimbang maslahah. Terutama karena debu, limbah operasional pabrik, yang mengotori rumah dan paru-paru mereka.

Manajemen PTLU tak perlu banyak berkilah dan melempar masalah ganti rugi ini ke Jakarta. Manajemen harusnya memahami bahwa permasalahan baku mutu udara dan limbah batu bara ini adalah urusan mendesak. Sangat tidak pantas jika manajemen membiarkan masalah ini berlarut-larut sementara operasional PLTU terus berjalan.

Pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat kabupaten juga harusnya mendorong proses ganti rugi ini berjalan lancar dan cepat. Tentu saja ini bisa dilakukan jika tidak ada konflik kepentingan antara perusahaan dengan pemerintah dan wakil rakyat.

Pindah dari satu kawasan untuk menetap di kawasan baru bukan perkara mudah. Selain membutuhkan banyak biaya, secara psikologis, sedikit banyak, hal ini jelas berdampak pada keluarga calon penerima ganti rugi. Mereka jelas perlu waktu adaptasi dengan lingkungan baru.

Mereka perlu ditawarkan pilihan untuk mendapatkan bentuk ganti rugi sesuai dengan “keridaan" untuk melepas kepemilikan tanah. Entah itu dalam bentuk uang, tanah di lokasi lain, saham di perusahaan atau kombinasi dari jenis-jenis ganti rugi itu.

Ganti rugi tidak hanya memperhatikan nilai tanah. Jika cukup beradab, ganti rugi harusnya juga mempertimbangkan pergantian hal-hal kecil, yang kerap diabaikan. Mulai dari nilai bangunan, nilai pohon, atau material lain yang tak lagi bisa digunakan si pemilik. Sehingga investasi yang masuk benar-benar mendatangkan maslahah, bukan menambah masalah.

Komentar

Loading...