Unduh Aplikasi

Banyak Cara Mencari Tersangka

Banyak Cara Mencari Tersangka
Ilustrasi: mindful.org

UNTUK membongkar kasus dugaan penyelewengan dana beasiswa yang berasal dari dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh sangat membutuhkan keseriusan kepolisian. Dalam hal ini, kepolisian harus mau bekerja keras dan mampu bekerja cerdas. 

Kepolisian Daerah Aceh, yang menangani kasus ini, telah meminta keterangan sekitar 200 saksi dari 843 penerima bantuan. Polisi melayangkan surat pemanggilan terhadap 412 untuk melacak apakah benar mereka menerima beasiswa sesuai dengan yang dianggarkan negara atau malah menjadi korban bancakan. 

Untuk memeriksa seluruh saksi, kepolisian mengaku mengalami hambatan. Sebagian besar saksi tersebut berada di luar negeri. Namun hal ini hendaknya tidak dijadikan alasan sehingga proses pemeriksaan berlarut-larut. Apalagi di zaman dengan kecanggihan teknologi saat ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan. 

Kepolisian, misalnya, dapat menggunakan perwakilan negara Indonesia, di tempat para mahasiswa penerima bantuan menetap selama menjalani pendidikan. Mereka bisa dipanggil dan diperiksa menggunakan konferensi video yang saat ini dapat menggunakan banyak aplikasi. 

Cara ini memang lebih repot ketimbang memeriksa saksi, satu per satu, di kantor polisi. Namun cara ini lebih baik dan memungkinkan ketimbang membiarkan kasus ini mengambang tanpa penyelesaian. 

Kepolisian mempunyai semua peralatan dan kecanggihan teknologi untuk melakukan pemeriksaan jarak jauh. Dengan demikian, syarat minimal, seperti yang diklaim pihak kepolisian, untuk memudahkan proses penentuan kerugian negara, dapat segera dipenuhi. 

Publik tak pernah meragukan kinerja kepolisian dalam mengungkap kejahatan. Apalagi saat pelaku kejahatan menyasar hal-hal mendasar dalam layanan negara, seperti pendidikan atau kesehatan. Namun publik juga perlu diyakinkan bahwa proses pemeriksaan tidak akan terhenti. Bahkan saat penyidik dan saksi berada di lokasi berjauhan. 

Komentar

Loading...