Unduh Aplikasi

Banyak Alat Peraga Kampanye Masih Terpasang di Tempat Terlarang

Banyak Alat Peraga Kampanye Masih Terpasang di Tempat Terlarang
Penertiban APK di Kota Lhokseumawe, Senin (10/12). Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Lhokseumawe bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) menertibkan sejumlah alat-alat peraga kampanye (APK) di beberapa titik dan ruas-ruas jalan kawasan Kota Lhokseumawe, Senin (10/12).

Selain di ruas jalan, APK yang terpasang di tiang listrik, pohon, meunasah dan pagar sekolah juga ikut dicopot oleh petugas, yang turut dikawal oleh Satuan Unit Reaksi Cepat (URC) Sabhara Polres Lhokseumawe.

Pantauan AJNN, petugas mulai menyisir dari Jalan Merdeka Kota Lhokseumawe, dengan menurunkan baliho, spanduk dan alat peraga lainnya yang berbau kampanye Pemilu 2019 mendatang.

Ketua Panwaslu Kota Lhokseumawe, Teuku Zulkarnaen, melalui Devisi Pengawasan, Muzakkir mengatakan, masih banyak alat peraga kampanye yang masih terpasang di tempat-tempat yang dilarang. Padahal, pihaknya sudah menyurati dan melakukan rapat dengan pihak partai politik dan partai lokal terkait.

“Masih sangat banyak APK yang terpasang di tempat terlarang, direncanakan penertiban ini akan kami lakukan hari ini dan besok,” kata Muzakkir kepada AJNN.

Tambah Muzakir, dalam hal ini setiap partai merupakan penyukses berlangsungnya pemilu. Oleh karena itu, diimbau kepada seluruh tim sukses dan calon legeslatif supaya jangan memasang APK di tempat yang dilarang, pasanglah di lokasi yang sudah ditentukan sesuai aturan, agar pemilu pun berlangsung sukses dan aman.

“Apabila upaya dan tindakan yang sudah dilakukan, peserta juga tidak mengindahkannya, akan dikenakan sanksi pidana ini secara tegas diatur dalam Pasal 492 Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal tersebut menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan Kampanye Pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta,” pungkas Muzzakir.

Komentar

Loading...