Unduh Aplikasi

Bantuan Pangan Rp 24,3 Miliar di Bireuen, GeRAK Aceh: Jangan Satu Penyedia

Bantuan Pangan Rp 24,3 Miliar di Bireuen, GeRAK Aceh: Jangan Satu Penyedia
Koordinator GeRAK Aceh Askhalani. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk mengubah skema penunjukan langsung (PL)  terhadap penyedia bantuan pangan bagi keluarga pra sejahtera di daerah setempat.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani meminta Pemerintah Bireuen tidak hanya menunjuk satu rekanan saja sebagai penyedia bantuan pangan senilai Rp 24,3 miliar tersebut. Tetapi juga harus melibatkan beberapa perusahaan lokal lainnya.

Kata Askhalani, dalam kondisi pandemi virus corona (Covid-19) saat ini memang dibolehkan dengan sistem PL. Namun, alangkah baiknya juga menunjuk beberapa perusahaan lain, sehingga dapat membantu mereka di tengah keadaan perekonomian hari ini.

"Baiknya ditunjuk beberapa rekanan. Kalau setiap rekanan diberikan paket sebesar Rp 2 miliar dengan harga yang sama, maka ada 12 rekanan yang terlibat," kata Askhalani kepada AJNN, Rabu, (29/4).

Askhalani menyampaikan, di tengah wabah virus corona ini mestinya Pemerintah Bireuen harus memperhatikan para pengusaha lokal. Sehingga bisa membantu meningkatkan berbagai aspek perekonomian di sana.

"Sangat baik, dan akan membantu multy dampak ekonomi. Tetapi kalau hanya diberikan kepada satu orang, maka dampak tersebut sangat tidak berarti," ujarnya.

Karena itu, Askhalani menyarankan agar Pemerintah Bireuen perlu merancang partisipasi pengusaha lokal dalam proses pengadaan barang secara PL tersebut.

Baca: Pemkab Bireuen Tunjuk Satu Perusahaan Penyedia Bantuan Pangan Rp 24,3 Miliar

Jika itu dilakukan, maka bisa memberikan manfaat secara jangka panjang bagi daerah. Artinya, Pemkab Bireuen jangan hanya fokus terhadap percepatan pengadaan saja yang ujung-ujungnya menguntungkan pengusaha luar.

Askhalani berharap, dalam proses pengadaan barang bantuan pangan tersebut, semua kebutuhan harus dibelanjakan dari pedagang lokal, bukan membelinya ke luar daerah.

"Termasuk beras, harus dibeli dari masyarakat di wilayah tersebut, dengan konsep seperti itu bisa memberikan manfaat bagi pengusaha dan petani lokal di tengah Covid-19 ini," tutur Askhalani.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemerintah Bireuen menunjuk satu perusahaan sebagai penyedia bantuan pangan bagi keluarga pra sejahtera di daerah setempat. Perusahaan yang ditunjuk itu yakni PT Sukses Jaya Makmur Abadi. 

Bantuan pangan itu ditargetkan selama tiga bulan dengan nilai Rp 24,3 miliar. Dimana setiap bulannya adalah Rp 8,1 miliar untuk diserahkan kepada 40.259 kepala keluarga (KK) yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Bireuen. 

Dalam satu paket pangan tersebut berisikan, mie instan (Indomie Kaldu Ayam), beras 10 kilogram jenis premium dan minyak goreng 1 kg (Bimoli).

Komentar

Loading...