Unduh Aplikasi

Banjir Surut, Warga Mulai Bersih-bersih dan Cari Barang Hilang

Banjir Surut, Warga Mulai Bersih-bersih dan Cari Barang Hilang
Warga mulai membersihkan rumah di Kabupaten Aceh Utara, Minggu (18/11). Foto: Sarina

ACEH UTARA - Warga korban banjir pada dua Kecamatan Syamtalira Aron dan Samudera di Kabupaten Aceh Utara mulai membersihkan rumah dan mencari barang-barang yang hilang akibat terseret arus pasca-banjir melanda kabupaten tersebut pada, Sabtu (17/11) kemarin.

“Iya airnya sebagian sudah surut dari jam 20.00 WIB, dan ada yang surut pada pukul 00.00 WIB semalam, jadi warga sekarang mulai membersihkan rumahnya yang tertimbun lumpur,” kata Kepala Dusun Said Syarif, Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Marzuki kepada AJNN, Minggu (18/11).

Dalam hal ini, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah agar segera menangani terkait tanggul yang jebol di kawasan Samudera tersebut. Untuk antisipasi jika hujan deras kembali melanda, tidak lagi terjadi banjir dan menggenangi rumah penduduk setempat.

“Kami berharap kepada pemerintah, jangan cuma sekedar bicara disaat air sudah banjir saja, namun sebelum air memasuki pemukiman warga lagi tanggulnya harus segera ditangani,” tegasnya.

Baca: Banjir Rendam Dua Kecamatan, 99 KK mengungsi di Aceh Utara

Sementara itu, salah seorang warga di Gampong Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Mulyani Idris mengatakan, hari ini warga setempat mulai mencari-cari barang yang hilang dan tertimbun lumpur. Sementara baju-baju yang masih bisa diselamatkan juga sudah dikumpulkan untuk dicuci.

“Alat-alat rumah tangga semuanya sudah tertimbun, tidak tahu juga apa nanti setelah kami ambil dari lumpur masih bisa dipakai atau tidak,” ujarnya.

Keuchik Gampong Kumbang, Kccamatan Syamtalira Aron, Zulkarnaen mengatakan, kondisi banjir yang mengepung dan merendam rumah warga sudah mulai surut,. Selaku keuchik, ia meminta kepada pemerintah baik itu, provinsi maupun kabupaten agar segera ditangani masalah tanggul tersebut.

“Pengungsi kami masih beranda di tenda, ya kami hanya bisa berharap kepada pemerintah agar segera ditangani agar para pengungsi bisa kembali ke rumah. Selain itu kepada korban rumah yang terseret arus harap dibantu lah penderitaan mereka,” pungkas keuchik.

Komentar

Loading...