Unduh Aplikasi

Banjir Surut, Ratusan Warga Singkil Terserang Penyakit

Banjir Surut, Ratusan Warga Singkil Terserang Penyakit
Sejumlah bocah di Singkil memanfaatkan air banjir untuk bermain dan mandi. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Ratusan warga korban banjir di Aceh Singkil mulai terserang penyakit. Kebanyakan mereka menderita gatal-gatal, demam, batuk, diare dan hipertensi. Di posko kesehatan Desa Ujung Bawang, misalnya, lebih dari seratusan warga mendatangi posko untuk berobat.

"Selain itu ada juga demam bayi, serta diare anak-anak," kata Fadila Pasmi, seorang petugas kesehatan di Posko kesehatan Ujung Bawang, Aceh Singkil, Jumat (25/11).

Banjir yang melanda Aceh Singkil selama lima hari terakhir berdampak pada 5.858 kepala keluarga atau 24.966 jiwa penduduk. Mereka tersebar di tiga kecamatan dalam wilayah kabupaten itu.

“Korban banjir paling banyak berada di Kecamatan Singkil, sebanyak 5.227 kepala keluarga atau 22.339 jiwa,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil Sulaiman. “Daerah terparah lainnya adalah Kecamatan Simpang Kanan 352 KK atau 1.627 jiwa dan Gunung Meriah 231 atau 1.000 jiwa.”

Total desa yang terendam, kata Sulaiman, mencapai 27 desa. DI Singkil 16 desa, Simpang Kanan 7 desa dan Gunung Meriah 4 desa.

Sulaiman menyebutkan masa tanggap darurat bencana banjir sendiri akan berakhir hari ini. Sesuai dengan dengan pernyataan bencana yang dikeluarkan pemerintah daerah pada 22 November 2016 lalu. Saat ini, kata Sulaiman, ketinggian air di perkampungan juga berangsur-angsur surut.

Baca: Banjir Meluas, Pemkab Singkil Tetapkan Masa Tanggap Darurat Tiga Hari

"Dapur umum kita siagakan sampai hari ini. Alhamdulillah, banjir juga mulai surut walaupun belum sepenuhnya kering," kata Sulaiman.

Komentar

Loading...