Unduh Aplikasi

Banjir Sebabkan Aktivitas Warga Ibu Kota Singkil Nyaris Lumpuh

Banjir Sebabkan Aktivitas Warga Ibu Kota Singkil Nyaris Lumpuh
Personil TNI dan Polisi bersiaga di kawasan Lae Kompak membantu pengendara yang nekat menerobos banjir. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Banjir di Ibu Kota Singkil, Kabupaten Aceh Singkil kian meluas, seluruh desa di wilayah Kecamatan Singkil tak satupun luput dari genangan banjir, akibatnya aktivitas warga di 16 desa nyaris lumpuh.

"Banjir semakin parah, sepeda motor tak bisa lewat ke ibu kota, ruas jalan di Lae Kompak semakin tinggi , jalan menuju ke komplek perumahan BRR Pulau Sarok yang biasanya bebas banjir, inipun udah kebanjiran, sekolah-sekolah juga libur, kata Arief warga setempat. Rabu (23/11).

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Sulaiman yang dikonfirmasi AJNN membenarkan jika seluruh desa di kecamatan ibu kota telah terendam, namun pihaknya belum dapat memastikan berapa banyak penduduk yang terdampak banjir tahunan itu.

"Kami masih melakukan pendataan, memang semua desa sudah terkena banjir, kami juga sedang berkoordinasi dengan bulog untuk kebutuhan bantuan logistik, nanti saya kabari lagi," kata Sulaiman.

Adapun 16 desa yang terendam banjir tersebut antara lain Teluk Rumbia, Rantau Gedang, Teluk Ambun, Kuta Simboling, Takal Pasir, Sitia Ambia, Suka Makmur, Desa Pasar, Kilalangan, Desa ujung, Selok Aceh, Pea Bumbung, Pulau sarok, Suka Damai, Ujung Bawang dan Pemuka.

"Di ujung bawang air meluap ke badan jalan, sepeda motor tidak bisa melintas, baik yang dari Singkil menunuju Rimo, maupun sebaliknya, yang nekat menerobos bisa hanyut karena arusnya deras, jadi kami sarankan jangan nekat," kata Sulaiman

Hingga berita ini diunggah belum diketahui ada atau tidaknya warga yang mengungsi, BPBD masih melakukan pendataan, namun dapur umum dan posko kesehatan telah didirikan di kawasan Desa Ujung Bawang.

Komentar

Loading...